Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Cerita Chef asal Hongkong yang rindu masakan Indonesia

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Cerita Chef asal Hongkong yang rindu masakan Indonesia
Cerita Chef asal Hongkong yang rindu masakan Indonesia
Masakan Indonesia sepertinya banyak memberikan kesan pada banyak orang. Tidak hanya untuk masyarakat Indonesia sendiri, namun juga masyarakat Internasional. Terlebih ternyata masakan khas Indonesia juga disukai oleh ahli masak terkenal mancanegara seperti Chef Susur Lee. Chef Susur Lee ternyata menyukai banyak menu khas Indonesia. Tak cukup dengan satu atau dua menu, chef kelahiran Hong Kong ini tak berhenti menyebut aneka masakan yang diingatnya. Menurutnya, masakan Padang adalah salah satu sajian khas Indonesia yang meninggalkan kesan di lidahnya. Menu yang begitu familiar seperti Rendang sangat disukainya.
Susur Lee Chef Susur Lee, Juri Master Chef Asia (Foto: NAIT/flickr.com)

Sambal hijau yang begitu mencirikan masakan dari Tanah Minang itu juga tak luput dari ingatan. Selain itu, daging sapi yang dikeringkan yaitu Dendeng juga disebutnya sebagai makanan favorit. Dia menilai Dendeng tak saja bisa menjadi teman makan nasi. Melainkan, bisa menjadi kudapan karena teksturnya yang renyah dan begitu ringan. "Saya suka daging yang dikeringkan. Apa itu namanya? Dendeng ya, itu enak sekali. Itu bisa dimakan sebagai kudapan," ujar salah satu juri MasterChef Asia itu saat jumpa pers di Restoran Bengawan, Rabu (19/8/2015). Susur yang memutuskan terbang ke Toronto, Kanada, saat usianya 20 tahun itu menganggap masakan Padang tetap nikmat kendati disantap saat dingin. Rempahnya dan cara memasaknya membuat panganan dari Sumatra Barat selalu membuatnya ingin kembali mencicipinya. "Saya suka masakan Padang karena bisa dimakan saat dingin juga saat panas," katanya. Sop Kambing, Gado-Gado, dan Sate adalah menu berikutnya. Sate Indonesia, katanya, sangat berbeda. Pasalnya, sate di sini tak diungkep dalam bumbu terlalu lama. Belum lagi, pada proses pembakaran kerap ditambahkan kecap manis. Hal itulah yang membuat satenya berbeda. "Sop kambing, saya juga suka Gado-Gado, saya juga suka Sate Indonesia," katanya. Sayuran, Lalap, Ikan, dan bahkan Ayam Goreng selalu mengingatkannya terhadap Indonesia. Apalagi, bila semuanya dinikmati bersama nasi menggunakan tangan dari piring yang beralaskan daun pisang. Hal itu, katanya, menambah sensasi santap semakin lengkap. "Makan menggunakan tangan dengan alas daun pisang, mengumpulkannya di antara jari, dan mendorongnya ke dalam mulut. Sangat cantik," ujarnya. bisnis.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Pencerita yang tiada habisnya. Mencari makna untuk cipta karya. Pembelajar yang kerap lapar. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata