Lupa Sandi?

[wonderfuleastjava] Setiap perjalanan adalah Wujud rasa Syukur

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
[wonderfuleastjava] Setiap perjalanan adalah Wujud rasa Syukur
#WonderfulEastJava. Tagar yang mungkin sudah ribuan bahkan jutaan orang mengatakannya baik di media sosial maupun hanya dalam relung hatinya, bahwa Jawa Timur adalah sesuatu yang menakjubkan. Sesuatu yang meski tidak harus dipandang dan dibuktikan secara nyata namun kita merasakannya dan ini adalah sebuah catatan kecil tentang perjalanan untuk memeluk Jawa timur lebih erat.
Suramadu Suramadu, Surabaya-Madura (Foto: Wikipedia.org)

Berawal dari GNFI yang memberikan kesempatan saya untuk melakukan perjalanan yang mungkin beberapa tahun lalu selalu tertunda, sebuah trip untuk mengelilingi sebagian Jawa Timur. Sejujurnya ini bukan tentang gegap gempita bahwa saya mendapatkan kesempatan 'gratis' ini, namun mungkin ini adalah jawaban dari sebuah ide yang dulu sempat terbersit dalam hati: mengelilingi Jawa Timur ke setiap jengkal kota dan lanskap alamnya.

Tidak tanggung-tanggung saya bahkan menyiapkan peta provinsi Jawa Timur dan menempelkannya di dinding kamar kos di Surabaya. Setiap lokasi yang saya kunjungi saya selalu menempelkan sebuah kertas tempel dan menuliskan lokasi dan tanggalnya. Agak memalukan mungkin bila Anda melihat kondisinya saat ini. Sejak peta ini tertempel 4 tahun yang lalu, baru dua lokasi saja yang pernah saya kunjungi. Namun bagi saya itu tidak masalah, pasti ada saatnya untuk menggenapinya. Pasti.

Saat-saat itupun akhirnya datang, dan kesempatan inilah salah satunya.

Melakukan perjalanan keluar kota terutama untuk vacation trip, bagi saya selalu membutuhkan banyak energi emosional. Saya memiliki kebiasaan bervisualisasi sambil membayangkan musik orkestra mengiringi dibelakangnya, sering berusaha membuat sebuah anchor untuk setiap tempat yang dikunjungi. Kedengarannya mungkin agak lebay dan terdengar amatiran, tapi saya yakin tiap orang memiliki ritualnya masing-masing.

Baca Juga

Meski perjalanan ini bukanlah perjalanan spiritual, namun dengan melihatnya sebagai wujud rasa syukur saya percaya bahwa apa yang akan saya lihat dan apa yang akan saya rasakan adalah sesuatu yang amat berharga yang diturunkan oleh Tuhan pada kita. Setiap hari kita secara visual kita bisa melihat tempat-tempat yang amat sangat indah dari foto, film ataupun kabar dari rekan dan kali ini Anda berkesempatan untuk melihatnya secara langsung. Bahwa inilah tanah Indonesia yang kata orang adalah tanah 'surga'. Tanah amanah langit yang diberikan pada kita para anak Nusantara.

Dada ini selalu pedih ketika mendengar bagaimana lokasi-lokasi wisata di Tanah Air ternyata semakin kumuh, semakin kotor dan tidak terawat hanya karena tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Akhirnya, saya hanya berharap perjalanan ini menjadi wujud rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah swt. pada Indonesia. Bukan untuk menodainya namun untuk menjejakkan kaki dan bersujud diatasnya. Saya teringat kata seorang kawan Pecinta Alam semasa SMA yang berujar, "percuma kalau kita naik gunung tapi keimanan malah turun." Ya, berdosalah saya sekiranya tidak mampu untuk mengajak Anda untuk melestarikan, merawat, dan mengembangkan tanah-tanah 'surga' ini untuk kesejahteraan bangsa, meski hanya melalui secarik tulisan ini.

Surabaya 26/08/2015 - 05.10 WIB Menjelang keberangkatan menuju Bandar Udara Blimbingsari, Banyuwangi. This trip provided by the Ministry of Tourism of the Republic of Indonesia, VITO Singappore, Garuda Indonesia - Singapore, and Nuffnang

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bertekad untuk mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara