Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekarjagad menggelar Pameran Mahakarya Batik Jogja 2015 yang diikuti oleh 10 Paguyuban Batik di wilayah Kota Yogyakarta. Sebuah pameran sekaligus peragaan busana yang dihelat di Gedung Juang, Sabtu 22 Agustus yang lalu. Istri Walikota Yogyakarta, Tri Kirana Muslidatun mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin mendorong apresiasi publik pada keindahan batik tulis karena di Yogyakarta memiliki kekuatan potensi yang luar biasa di bidang batik, dan batik kini tidak lagi menjadi industri di balik tembok kerajaan, tetapi juga telah menjadi industri yang tumbuh subur di masyarakat.
Batik Jogja Batik Kawung Jogja (Foto: Wikipedia.org)

“Di Yogyakarta, tercatat setidaknya ada sekitar 500 motif batik yang berkembang, baik yang sudah tergali atau belum” ujar Tri Kirana. Wanita kelahiran Yogyakarta 10 Mei 1969 ini juga menjelaskan bahwa promosi Batik melalui pameran dapat memberi ruang dan kesempatan bagi masyarakat perajin dan pengusaha Batik untuk aktif memamerkan dan memasarkan karya-karyanya, sehingga mampu memenuhi kualitas internasional dan semakin populer. “Semoga dengan ini bisa membuka peluang pasar dan menarik minat para pengusaha, investor serta institusi untuk mengembangkan Batik menjadi sebuah produk internasional yang mempunyai daya jual tinggi,” harap Tri Kirana. Pameran Mahakarya Batik Jogja 2015 juga diselenggarakan untuk memberikan pelatihan membatik yang diikuti oleh banyak masyarakat yang peduli dan cinta akan produksi batik lokal yang memang kaya akan keberagaman. sorotjogja.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu