Penemuan 3 Jenis Ngengat Baru dari Indonesia Timur

Penemuan 3 Jenis Ngengat Baru dari Indonesia Timur

Penemuan 3 Jenis Ngengat Baru dari Indonesia Timur

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Berita penemuan spesies baru kali ini berasal dari Indonesia Timur yakni Sulawesi Utara, Halhamera, dan Papua. Tiga jenis ngengat baru telah dideskripsikan oleh para tiga ilmuwan sebagai jenis baru. Spesies baru tersebut adalah Cryptophasa choliki, Cryptophasa kwerbaensis, dan Cryptophasa watungi. Masing-masing spesies dibedakan berdasarakan karakter genitalnya pada saat dewasa. Berikut adalah gambar spesies baru tersebut beserta keterangannya:
Ngengat dengan nama ilmiah C. choliki adalah jenis baru yang ditemukan oleh Endang Cholik & Awit Suwito pada tahun 2010 di Halhamera. Ngengat ini termasuk endemik di wilayah tersebut. Karakter fauna ini memiliki warna putih seperti kapas dengan bintik hitam dua buah di bagian tengah sayap serta beberapa bintik hitam pada tepi sayap bagian depan. Ngengat ini masih belum diketahui inangnya. Nama spesies ini didedikasikan kepada kolektor tersebut yakni Endang Cholik.

Ngengat C. kwerbaensis ini ditemukan oleh Hari Sutrinso pada bulan November 2011 di Kwerba, Kaki Gunung Foja, Papua. Karakter hewan ini yakni memiliki warna coklat muda dengan bintik hitam pada bagian tengah dan beberapa bintik hitam pada tepi sayap depannya. Sayap jenis ini tidak memiliki sisik kecuali di bagian pangkal sayap bagian depan. Hewan ini merupakan endemik papua serta belum diketahui jenis inangnya. Pemberian nama spesies ini didasarkan dari tempat ditemukan hewan tersebut di Kwerba.

C. watungi merupakan jenis baru ngengat yang ditemukan di Sulawesi Utara. Hewan ini merupakan spesies endemik yang menyerang tanaman cengkeh di Sulawesi Utara. Hewan ini ditemukan oleh Jackson F. Watung pada bulan November 2014 dan dia berhasil memelihara hewan ini mulai dari ulat hingga imago (dewasa). Hewan ini ditetapkan sebagai Type Specimen. Karakternya yakni pada spesies betina memiliki warna coklat muda (krem) dengan bintik hitam pada bagian sayap depan. Nama hewan ini didedikasikan untuk JF Watung sebagai kolektornya.

www.generasibiologi.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih100%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Jenis Anggrek Terbesar dan Terkecil di Dunia, ada di Indonesia Sebelummnya

Jenis Anggrek Terbesar dan Terkecil di Dunia, ada di Indonesia

Dasa Darma Pramuka jadi Rujukan Perilaku Komunitas Harley-Davidson Selanjutnya

Dasa Darma Pramuka jadi Rujukan Perilaku Komunitas Harley-Davidson

Mh Badrut Tamam
@tamam

Mh Badrut Tamam

http://www.GenerasiBiologi.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.