Seorang siswi Sekolah Menengah Atas Negeri I Banjaran, Bandung, Sabtu 19 September 2015 lalu berangkat ke New York, Amerika Serikat, untuk mewakili Indonesia dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-70. Dia adalah Putri Gayatri, remaja kelahiran Bandung, 12 Februari 2000, ini mengikuti acara tersebut atas usulan Non-Governmental Organization (NGO) Save The Children. Putri mengenal NGO saat duduk di kelas II sekolah menengah pertama. Ia sering mengikuti acara kampanye NGO. Putri menjadi bagian 20 delegasi dari 19 negara. Nantinya, mereka akan menyampaikan aspirasi dan permasalahan anak-anak yang ada di negara mereka masing-masing. Sebelum tampil, Putri akan mengikuti briefing bersama delegasi lain di sana. Ia juga akan mengikuti rangkaian acara lain, seperti pertemuan dengan perwakilan NGO, perwakilan United Nation, dan ketua sidang.
Putri Gayatri (Foto: Mawardah Hanifiyani/Tempo.co) Putri Gayatri (Foto: Mawardah Hanifiyani/Tempo.co)

Pada sidang tersebut, Putri akan menceritakan mengenai permasalahan yang ada di sekitarnya, terutama mengenai generasi muda. Ia akan secara khusus bicara soal isu pernikahan dini. Remaja belia ini akan membawa isu mengenai pernikahan dini. Ia menilai pergaulan bebas yang kerap terjadi belakangan ini, sering berakhir dalam pernikahan di usia muda. Di era globalisasi, media sosial dan media televisi, dinilai Putri merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh. "Kita kan gak bisa menghentikan globalisasi. Jadi ya kita harus punya kesadaran sendiri," kata Putri. Di lingkungan Putri pernikahan dini masih sering kali terjadi. Ia mengatakan pernikahan dini ini sering kali berakhir dengan dikeluarkannya siswa tersebut. "Menurut saya, mereka seharusnya masih punya hak untuk mendapat pendidikan," ujarnya. Anak-anak yang melakukan pernikahan dini, menurut Putri tetap tidak boleh putus sekolah. Ia menilai dengan berhenti sekolah akan memperpanjang rantai kemiskinan. Untuk mengikuti sidang ini, persiapan yang dilakukan Putri adalah dengan mengajak teman-temannya untuk berdiskusi dan menampung aspirasi mengenai masalah di sekitarnya."Insy Allah akan saya sampaikan, permasalahnya ada yang merokok di bawah umur, pergaulan bebas yang berdampak ke pernikahan dini, dan ada juga bullying," ucap Putri. Hasil pertemuan itu akan dirumuskan menjadi beberapa target dan tujuan yang akan berusaha dicapai dalam kurun 2015-2030. Hal ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2000-2015 yang dikenal dengan sebutan Millennium Development Goals (MDGs). Saat ditanya apa yang akan dilakukan Putri sekebalinya ke Indonesia, ia menyampaikan keinginannya untuk membuat forum untuk memfasilitasi generasi muda di lingkungannya. "Putri udah buat rencana, kalau pulang dari sana putri mau buat forum di lingkungan putri untuk diskusi soal permasalahan remaja," katanya dengan semangat. tempo.co

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu