Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Game Karya Anak Bangsa ini Masuk 5 Besar Dunia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Game Karya Anak Bangsa ini Masuk 5 Besar Dunia
Game Karya Anak Bangsa ini Masuk 5 Besar Dunia
Game mobile Eggwards Lab besutan Matata Corporation merupakan karya anak bangsa yang berada di 5 besar App store Belanda, Thailand, Singapura, Malaysia, Philipina, Makau, dan beberapa negara lainnya, hanya dalam waktu dua bulan setelah dirilis Juni kemarin. Pendiri Matata Corporation Enrico Pitono menuturkan yang membedakan Eggwards Lab dengan game match-3 lainnya, adalah keberadaan karakter beserta kedalaman kisahnya. Pemilihan karakter akan memberikan akhir kisah yang berbeda. Bukan menggabungkan pada tile semata. Ada enam karakter dalam Eggwards Lab, yakni Madeleine, Pia, Eggwards, Donato, Greggory, dan Reggie. Dengan tema yang diusung adalah kue, dessert, dan berbagai jajanan legit lainnya. "Match-3 games memiliki kelemahan pada karakter. Kelemahan itu coba kami ubah menjadi sebuah kelebihan pada Eggwards Lab," ungkapnya, Rabu (23/9/2015). Karakter dan kedalaman cerita, tambah Enrico, dikedepankan oleh Matata karena banyak game yang sepertinya tidak mempedulikan rasa penasaran gamers "Sebagai penggemar game saya kerap penasaran apa yang dilakukan Mario (Bros) ketika tidak mengumpulkan koin dan makan jamur. Nah, kami tidak ingin hal itu terjadi pada gamers yang memainkan Eggwards Lab," jelasnya. Bisnis.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara