Rempah Asli Indonesia ini Rempah Terbaik di Dunia

Rempah Asli Indonesia ini Rempah Terbaik di Dunia
info gambar utama
Sejak dahulu Indonesia selalu dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah terbaik dunia. Berbagai macam rempah-rempah tumbuh di Indonesia bahkan menarik imperialis eropa untuk datang ke Indonesia untuk menguasai perdagangan rempah-rempah tersebut. Salah satu rempah-rempah unggulan Indonesia adalah temulawak Khasiat tanaman temulawak dalam bidang kesehatan sudah banyak dipercaya berbagai pihak. Selain dikenal sebagai bumbu masak, temulawak juga digunakan untuk obat. Manfaat rempah yang juga dikenal sebagai Javanese Ginger tersebut untuk kesehatan memang sangat banyak. Menyadari berbagai manfaat yang ada pada temulawak, gerakan untuk menduniakan temulawak sebagai tanaman herbal Indonesia pun mulai digaungkan. Temulawak Seperti dikutip dari Jitunews.com, Dr Roy Sparringa, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) menyebut temulawak sebagai salah satu tanaman herbal atau tanaman obat unggulan dari Indonesia. Bahkan berdasarkan data BPOM, lebih dari 900 produk obat tradisional yang terdaftar memiliki kandungan temulawak. “Temulawak tercatat merupakan tanaman asli Jawa, dan akhirnya mulai menyebar dan ditemukan juga di Asia Tenggara, Indocina, Tiongkok, Jepang, Korea, hingga Barbados dan Amerika Serikat. Dari semua itu, temulawak terbaik tetap yang berasal dari Indonesia,” tutur Roy, dalam peresmian SOHO Center of Excellence in Herbal Research di Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu. Menurut Roy, temulawak memiliki banyak manfaat. Selain terkenal untuk menambah nafsu makan dan menjaga sistem kekebalan tubuh, temulawak juga berfungsi untuk memelihara fungsi hati, mengandung antioksidan tinggi, memperbaiki fungsi pencernaan, hingga mampu menurunkan kadar lemak dalam darah. Khasiat-khasiat ini sudah dikenal sejak dahulu, dan sudah dibuktikan melalui berbagai penelitian atau yang dikenal sebagai saintifikasi jamu. Made Dharma Wijaya, Executive Vive President Supply & Operation SOHO Global Health mengatakan fasilitas riset SCEHR bertujuan untuk memaksimalkan manfaat temulawak tak hanya bagi pasien selaku konsumen, namun juga petani sebagai produsen. Konsep yang disebut sebagai seed to patient ini membuat proses standardisasi bibit dengan kualitas terbaik, proses penanaman, pemanenan hingga pengolahan yang tercatat dan terkontrol dengan baik. Konsep ini membuat temulawak yang dihasilkan lebih berkualitas dan bermanfaat. “Dengan mengajarkan dan mendidik petani untuk menanam tanaman obat herbal, tak hanya temulawak, potensi dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia dapat bersaing di tingkat dunia,” pungkas Made.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini