Uniknya Alat Musik Tiup Tradisional Flores

Uniknya Alat Musik Tiup Tradisional Flores

Uniknya Alat Musik Tiup Tradisional Flores

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Disebuah kampung kecil di lembah Jerebu’u, Tololela, yang termasuk dalam wilayah Desa Manubhara, Kabupaten Ngada bersama-sama dengan desa lain telah menginisiasi revitalisasi salah satu alat musik lokal yang terbuat dari bambu, yaitu Bombardom, alat musik tradisional asli Flores yang mulai jarang dipakai karena tergantikan oleh alat musik modern. Alat musik Bombardom terdiri dari dua elemen yaitu bambu besar dan bambu kecil untuk meniupkan udara ke bambu besar dan bambu kecil untuk meniupkan udara ke bambu besar. Alat musik ini ditiup secara bergantian antara dua nada yang berbeda. Bombardom biasanya mengiringi alat musik bambu lainnya seperti seruling dari Foi Doa (seruling ganda) khas Ngadha dan dimainkan untuk pesta adat atau penerimaan tamu.
Bombardom Alat Musik Bombardom (Foto: Markus Makur / Kompas.com)

Konser musik tradisional Bombardom menciptakan Rekor Dunia MURI yang diselenggarakan pada 19 September 2015 di kampung adat Tololela, desa Manubhara, kecamatan Inerie, kawasan Wisata Lembah Jerebu'u, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Konser ini merupakan prakarsa warga kampung Tololela, Pemerintah Desa Manubhara, Dinas Perhubungan Pariwisata, Komunikasi dan Informatika (P2KI) Kabupaten Ngada, untuk membangkitkan lagi semangat masyarakat Jerebu'u untuk melestarikan alat musik tradisional ini. Manajer MURI, Jusuf Ngadri didampingi Randy khusus datang untuk menyaksikan pergelaran Rekor Dunia bersejarah di pulau Flores tersebut. Tidak kurang dari 510 warga kampung Tololela meniup 510 alat musik Bombardom diiringi ansembel seruling bambu mempergelar lagu kebangsaan Indonesia Raya. Jaya Suprana, Pendiri MURI seperti dikutip dari kaskus.co.id mengatakan bahwa penciptaan Rekor Dunia di pelataran rumah adat kampung Tololela tersebut memiliki makna ganda, pertama sebagai daya tarik pariwisata untuk berkunjung ke kawasan wisata Lembah Jerebu'u. Kemudian penciptaan Rekor Dunia di kampung Tololela juga merupakan upaya melestarikan alat musik Bombardom sebagai karsa dan karya kebudayaan Nusantara. Memang dalam kemahakaryaan perbendaharaan karsa dan karya kebudayaan, Indonesia tidak ada tandingannya di marcapada ini.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga53%
Pilih SedihSedih7%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli10%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau3%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Bara Perang Api di Pulau Dewata Sebelummnya

Bara Perang Api di Pulau Dewata

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.