Lupa Sandi?

Museum di Malang ini Dinobatkan Sebagai Museum Terbaik di Indonesia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Museum di Malang ini Dinobatkan Sebagai Museum Terbaik di Indonesia
Museum Tempoe Doloe yang didirikan sekitar tiga tahun silam dan berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kota Malang, Jawa Timur, meraih predikat sebagai museum terbaik nasional yang dikelola pihak swasta. Pendiri sekaligus pemilik Museum Tempoe Doloe, Dwi Cahyono, Sabtu, mengaku senang dengan predikat yang diraihnya itu. "Alhamdulillah, museum yang kami dirikan ini mampu memberikan yang terbaik dan bisa mengangkat Kota Malang sebagai kota yang peduli terhadap keberlangsungan museum di kota ini," kata Dwi Cahyono, ketika dihubungi, di Malang. Museum yang menyajikan perjalanan terbentuknya Kota Malang, mulai zaman batu, zaman Kerajaan Majapahit, zaman Kerajaan Singosari dan Gajayana, zaman penjajahan Belanda dan Jepang serta zaman kemerdekaan hingga proses pembangunan yang telah dilalui Kota Malang itu dinobatkan sebagai museum terbaik nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Direktur Jenderal Kemendibkud Kacung Marijan dalam acara bertajuk Penganugerahan Pelestari Cagar Budaya dan Permuseuman 2015 di Taman Sunken Museum Nasional, Jakarta, Jumat malam, 2 Oktober 2015. Selain museum yang didirikannya itu mendapatkan penghargaan sebagai museum terbaik nasional yang dikelola swasta, Dwi Cahyono yang juga Ketua Yayasan Inggil tersebut juga dinobatkan sebagai tokoh pelestari cagar budaya terbaik nasional bersama empat tokoh lainnya di Indonesia. Dwi mengakui, untuk mendapatkan predikat tersebut tidak mudah, sebab syaratnya juga cukup berat dan berproses, minimal harus melakukan pelestarian cagar budaya selama sepuluh tahun. Selain itu juga harus berusaha mengadvokasi masyarakat sekitar untuk melestarikan cagar budaya. Penghargaan Museum Tempoe Doloe yang lokasinya juga berdekatan dengan kawasan Balai Kota Malang itu juga mengantarkan kota pendidikan tersebut sebagai Kota Peduli Museum. Dan, penghargaan itu diterima Wali Kota Malang Moch. Anton di ajang yang sama di Jakarta. Museum Tempoe Doloe tersebut dalam dua tahun terakhir ini juga menjadi "jujugan" pelajar untuk mengenal dan memahami sejarah berdirinya Kota Malang maupun kisah-kisah Kota Malang di masa lampau. Selain pelajar yang datang berombongan, wisatawan asing pun juga tidak sedikit yang selalu menyempatkan diri singgah di museum tersebut. Selain Museum Tempoe Doloe, Kota Malang juga memiliki sejumlah museum lainnya, seperti Museum Brawijaya (militer), Museum Mpu Purwa (museum benda-benda bersejarah berupa artefak, patung), dan Museum Pendidikan yang berlokasi di kawasan Tlogowaru, Kedungkandang. ANTARA
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara