Indonesia boleh berbangga pernah memiliki seorang sniper hebat seperti Tatang Koswara. Pria Cibaduyut, Jawa Barat itu masuk dalam daftar penembak jitu terbaik di dunia dalam buku berjudul 'Sniper Training, Techniques and Weapons', karya penulis Peter Brookesmith yang terbit tahun 2000. Alm Tatang Koswara berada di urutan 14 di deretan penembak jitu terbaik dunia. Dalam sebuah misi di Timor Timur, Tatang pernah menghabiskan 49 musuh dari 50 peluru yang ia bawa untuk menghabisi lawan. Satu butir peluru ia sisakan untuk dirinya apabila jatuh ke tangan musuh. Berikut ini 10 penembak jitu legendaris dari berbagai negara, termasuk Tatang Koswara. SIMO HAYHA Inilah sniper Finlandia yang berperang melawan Tentara Merah selama Pertempuran Kollaa. Ia dilaporkan menjadi sniper terbaik yang pernah hidup, menurut jumlah korban senapannya. Penggunaan taktik yang belum pernah terjadi sebelumnya memberinya keunggulan atas musuh-musuhnya. Dia selalu memakai seragam warna putih agar menyatu dengan salju. Dia juga tak pernah memakai cover (karena pantulannya bisa membahayakan dirinya). Dia bahkan membiarkan salju masuk mulutnya sehingga nafasnya tidak akan terlihat. Dia dijuluki The White Death oleh musuhnya, karena telah membunuh 700 lebih tentara Soviet. Hingga saat ini, belum ada yang bisa menyamai rekor Simo Hayha sebagai sniper dalam hal jumlah korban. ERWIN KOENIG Menurut data di Wikipedia, Erwin Konig alias Heinz Thorvald (meninggal tahun 1942) adalah seorang sniper Wehrmacht terampil diduga dibunuh oleh penembak jitu Tentara Merah legendaris Vasily Zaytsev selama Pertempuran Stalingrad. Zaytsev mengetahui identitas Koenig setelah merampas dokumen dari jasad Koenig Nama Konig. Dari soti terungkap dia adalah kepala sekolah sniper di Berlin. Dalam buku yang dibuat Peter Brookesmith, Koenig tercatat berhasil menembak 500 musuh. Namun berdasarkan dokumen dari pemerintah Jerman, tak ada catatan yang menunjukkan Erwin Koenig pernah bertempur. Nikolai Yakolevich Ilyin Dia adalah sniper Tentara Merah Rusia yang ikut ambil bagian pada perang Stalingard pada 1942-1943. Dalam buku ditulis Peter Brookesmith, ia berhasil membunuh 496 musuh. Nikolai tewas dalam medan tempur pada 4 Agustus 1943. Vasily Zaitzev Vasily juga tergabung dalam kesatuan Tentara Merah Rusia dan ikut perang Stalingard pada 1942-1943. Dalam sebuah catatan Zaytsev berhasil menembak 300 tentara Nazi. Ada 225 yang terkonfirmasi tewas, 11 di antaranya sniper. Zaytev mengklaim memenangkan duel dengan sniper SS Nazi Jerman, Erwin Koenig dalam Perang Stalingard. Zaytsev menulis memoar tentang duel dengan Koenig, yang tak ditemukan dalam dokumen dan catatan Jerman sehingga dipertanyakan eksistensinya. Lyudmila Pavlichenko Lyudmila Pavlichenko adalah penembak jitu perempuan paling legendaris. Sebelum menjadi penembak jitu, Liudmyla adalah mahasiswi sejarah. Ia kemudian banting setir menjadi sniper setelah Jerman dan Nazinya menginvasi tanah kelahirannya. Awalnya, ia hanyalah relawan untuk menjadi perawat. Tapi di tengah jalan ia dipindahkan ke divisi sniper. Ia justru terampil dalam urusan merobohkan musuh, dengan membidik senapan dari jarak jauh. Sepanjang kariernya menjadi sniper, Lyudmila tercatat sudah menghabisi 309 musuh dengan senapan Tokarev SVT-40-nya. Tatang Koswara Peltu (Purn.)Tatang Koswara (lahir di Bandung, Jawa Barat, 16 Desember 1946 – meninggal di Jakarta, 3 Maret 2015 pada umur 68 tahun) adalah seorang sniper atau penembak runduk TNI-AD Indonesia. Dalam buku Sniper Training, Techniques and Weapons karya Peter Brookesmith terbitan 2000, nama Tatang masuk dalam daftar 14 besar Sniper’s Roll of Honour di dunia[1]. Dalam catatan tersebut ia mencetak rekor 41 di bawah Philip G Morgan (5 TH SFG (A) MACV-SOG) dengan rekor 53, dan Tom Ferran (USMC) dengan rekor 41. Dream.co.id

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu