Aplikasi Ponsel untuk Wisata di Pecinan Lasem, Jawa Tengah

Aplikasi Ponsel untuk Wisata di Pecinan Lasem, Jawa Tengah

Aplikasi Ponsel untuk Wisata di Pecinan Lasem, Jawa Tengah

Satu lagi inovasi dari pemuda Indonesia untuk budaya negeri. Aplikasi ponsel “Explore! Lasem” diluncurkan sebagai guide-app untuk para wisawatan yang mau mengeksplorasi Pecinan Lasem. Lasem merupakan salah satu kota kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang disebut sebagai tempat pendaratan pertama orang-orang Tionghoa di Jawa sekitar abad ke 13-15 M. Selain memberikan informasi mengenai tujuan wisata, aktivitas menarik, serta tempat penginapan, aplikasi ini mendorong pengguna untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat. Di menu ‘What to Do’ di aplikasi ini, selalu ditekankan agar berbincanglah dengan penjaga kelenteng atau empunya rumah misalnya. Sehingga, pengguna aplikasi ini dapat melangkah  lebih jauh dari sekadar berwisata ‘datang-lihat-foto-(selfie)’.
Explore! Lasem Explore! Lasem

Aplikasi ini dikembangkan oleh Salsabilla Sakinah, mahasiswa S2 Jurusan Museum Studies di Newcastle University, Inggris yang dilatarbelakangi oleh banyaknya pertanyaan dari teman-teman yang berminat ke Lasem tapi bingung: mau ke mana, apa saja yang bisa dilihat/dilakukan, bisa menginap di mana. Pecinan Lasem berbeda dengan kebanyakan Pecinan lain di kota-kota besar Indonesia seperti Semarang atau Surabaya. Rumah-rumah di Pecinan Lasem bukan hanya model ruko seperti yang biasa dijumpai di Pecinan lain, tapi rumah-rumah berhalaman dengan gaya arsitektur Cina, campuran Cina-Jawa, atau Cina-Indis. Menurut  Salsabilla, yang juga merupakan alumni jurusan Arkeologi, Universitas Gadjah Mada, aplikasi ini juga diniatkan untuk mempromosikan, ‘ini ada lho, di Indonesia, tempat yang masyarakatnya bisa harmonis banget antar etnis’. Menurutnya, hal ini sebagai upaya untuk meng-counter bibit-bibit konflik rasial yang tampaknya mulai coba dihidupkan lagi akhir-akhir ini oleh beberapa oknum.
Keharmonisan Antar Etnis di Lasem Keharmonisan Antar Etnis di Lasem

Untuk sementara, aplikasi ini hanya tersedia untuk smartphone berbasis Android. Juga belum tersedia di playstore, tapi bisa diunduh melalui www.kinetise.com/ulfx.  link sebaiknya dibuka langsung melalui browser di smartphone).

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Cerita Tiga Pemuda Indonesia Pamerkan Inovasinya di Dutch Design Week 2015 Sebelummnya

Cerita Tiga Pemuda Indonesia Pamerkan Inovasinya di Dutch Design Week 2015

Mau Liburan Tahun Depan ? Yuk, Lihat Tanggal Merah di Tahun 2020 Selanjutnya

Mau Liburan Tahun Depan ? Yuk, Lihat Tanggal Merah di Tahun 2020

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.