Ketika Indonesia Laris Manis di Frankfurt Book Fair

Ketika Indonesia Laris Manis di Frankfurt Book Fair

Ketika Indonesia Laris Manis di Frankfurt Book Fair

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

ditulis oleh Seno Joko Suyono untuk TEMPO Indonesia menjadi tamu kehormatan Frankfurt Book Fair 2015 di Jerman yang ditutup pekan lalu. Status tamu kehormatan itu membuat penulis dan penerbit Indonesia laris manis. Seperti yang dialami penerbit Margin Kiri. Ronny Agustinus, Direktur Penerbit Margin Kiri, terlihat sibuk-hibuk selama Frankfurt Book Fair. Margin Kiri salah satu penerbit kita yang ikut berpameran di Paviliun Nasional Indonesia. “Saya baru saja berkumpul makan malam dengan penerbit kiri seluruh dunia di Cafe Albatross di kawasan Kiesstrasse Bockenheim,” katanya, tatkala ditemui Tempo pada hari kedua Book Fair seperti dimuat Tempo edisi pekan ini. Margin Kiri dikenal sebagai penerbit buku progresif. Menerbitkan buku perubahan sosial dan pemikiran kritis, baik terjemahan maupun karya penulis Indonesia. Buku terbitannya antara lain Politik Otentik: Manusia dan Kebebasan dalam Pemikiran Hannah Arendt karya Agus Sudibyo, Manusia Politik: Subyek Radikal dan Politik Emansipasi di Era Kapitalisme Global Menurut Slavoj Sizek karya Robertus Robert, atau Marhaen dan Wong Cilik: Membedah Wacana dan Praktek Nasionalisme bagi Rakyat Kecil dari PNI sampai PDI Perjuangan karya Retor A.W. Kaligis. Di Cafe Albatross itu Ronny menceritakan bagaimana penerbit kiri berkenalan dan bertukar pikiran. Kepada Tempo, Ronny memperlihatkan daftar nama penerbit yang setelah itu ingin bertemu khusus dengan Margin Kiri membicarakan peluang kerja sama. ”Lebih dari 15 penerbit ingin bertemu,” katanya. Di antaranya penerbit terkenal seperti Gallimard (Prancis), Nao Editora (Brazil), Between The Lines Books (Toronto), New Vessel Press (Amerika), Modjaji Books (Cape Town, Afrika Selatan), Schavelzon Agencia (Spanyol), Unhrast Verlag (Jerman), dan empat penerbit buku radikal dari Inggris: Zed Books,Verso, Pluto Press, dan New Internationalist. "Efek Indonesia menjadi Guest of Honour dan memiliki paviliun yang bagus menjadikan orang ingin tahu,” kata Ronny. Ia mengakui beberapa penerbit sudah mengarah ke kesepakatan. “Zed Books naksir membeli copyright buku terbitan kami: Kekerasan Budaya Pasca 1965 karya Wijaya Herlambang dan Ekofenomenologi: Mengurai Disekuilibrium Relasi Manusia dengan Alam karya dosen filsafat Universitas Indonesia, Saras Dewi.” Bukan hanya Margin Kiri yang beroleh peluang. Selama tiga hari dari 14 sampai 18 Oktober di Frankurt Book Fair, negosiasi terjadi antara sejumlah penerbit Indonesia dengan penerbit luar. Ada sekitar 20 penerbit yang membuka stan di Paviliun Nasional yang terletak di hal 4.0. Dari penerbit Trubus, Mizan, Gramedia, Kanisius, Rosda Karya, UGM Press, sampai UI Press. Sama dengan Margin Kiri, mereka mengakui dampak Indonesia sebagai tamu kehormatan terhadap kemungkinan penjualan copyright buku mereka cukup signifikan. "Kami sudah menandatangani MoU dengan penerbit Springer Jerman untuk penjualan copy right lima buku kami,” kata Kartini Nurdin, Ketua Pengurus Yayasan Obor. Lima buku itu antara lain bertema konflik Maluku, Indeks Kemandirian Desa, dan Ensiklopedi Suku Bangsa Indonesia. disadur dari TEMPO

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
TNI Juara Umum Kompetisi Terjun Payung Malaysia Sebelummnya

TNI Juara Umum Kompetisi Terjun Payung Malaysia

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta Selanjutnya

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta

Farah Fitriani Faruq
@farah

Farah Fitriani Faruq

http://farahfitriani.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.