Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Indonesia dan Para Penyangga Angkasa Dunia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Indonesia dan Para Penyangga Angkasa Dunia
Indonesia dan Para Penyangga Angkasa Dunia
by Akhyari Hananto Minggu-minggu ini, saya dibuat geleng-geleng kepala dan bertanya-tanya. Penyebabnya adalah peluncuran sebuah pesawat berbadan lebar produksi  COMAC (The Commercial Aircraft Corporation of China) ysng resmi meluncurkan pesawat berbadan lebar C919, pesawat bermesin ganda dengan kapasitas 168 penumpang yang dikabarkan mampu terbang sejauh 5,500 km. Pesawat yang dikembangkan sejak 2008 di sebuah pabrik di Shanghai ini seolah menjadi milestone baru bagi China yang berambisi menyamai negara-negara yang lebih dulu maju, di berbagai sektor, termasuk industri pesawat. Yang membuat saya bertanya-tanya adalah C919 yang diluncurkan di depan 5000 pengunjung di sebuah hanggar di Shanghai's Pudong International Airport tersebut, keluar dari pabriknya hampir bersamaan dengan pesawat serupa yang diproduksi Jepang dan Canada. Perusahaan pembuat pesawat terbang dari Canada, Bombardier, juga tengah gencar berusaha mempromosikan pesawat dengan kapasitas 160 tempat duduk, CS300 yang mulai dipasarkan kepada dunia. Jepang, yang telah lama pensiun dari pembuatan pesawat sipil sejak 50 tahun lalu, tiba-tiba meluncur ke angkasa dengan pesawat sipil buatan Mitsubishi yakni MRJ90 (dengan kapasitas hingga 92 tempat duduk) belum lama ini. Mitshubishi adalah pembuat pesawat-pesawat tempur Zero pada perang dunia II yang ditakuti sekutu di teater Pasifik. Mitsubishi juga diyakini akan mengembangkan pesawat berkapasitas 160 tempat duduk dalam waktu tak terlalu lama lagi. Entah kapan.
Peluncuran C919 di Shanghai

Jangan lupa, Brazil juga sudah cukup lama mengembangkan Embraer 190 (berkapasitas 100 tempat duduk), juga Russia dengan Sukhoi Superjet 100 buatan pabrikan Irkut, yang juga mengembangkan pesawat-pesawat tempur yang dipakai TNI AU. Superjet 100 inilah yang dulu mengalami kecelakaan di Gunung Salak pada tahun 2012.
Bombardier CS300, kebanggaan Kanada

Pemain-pemain "baru" tersebut akan saling berhadapan satu sama lain, berebut customer, berebut angkasa, dan..yang paling penting, mencoba mengambil pasar gemuk dan besar yang selama ini dikuasai dua pemain raksasa, yakni Boeing seri 737s, dan Airbus A320 series.
Dua penguasa angkasa..Boeing 737s Series, dan Airbus A320s Series

Pertanyaannya adalah, apakah angkasa kita cukup besar untuk diterbangi berbagai jenis pesawat-pesawat jet tersebut? Tentu para pembuat pesawat tersebut lebih tahu. :) Namun menurut pendapat saya, permintaan akan pesawat-pesawat sipil memang akan terus meningkat. Apalagi di pasar single-aisle planes seperti yang disampaikan di atas. Menurut Boeing, pesawat-pesawat berkapasitas 100-160 penumpang adalah pesawat yang paling laku di dunia, dengan porsi pasar hingga 70%. Bahkan sampai 2035 nanti, diperkirakan sekitar 25 ribu pesawat jenis ini akan diperlukan untuk mengangkut para penumpang di seluruh dunia.
Mitsubishi MRJ90..setelah 50 tahun

Selain itu, penumpang udara seolah selalu naik. Asia adalah hotspot bagi pertumbuhan penumpang pesawat udara di dunia. Satu milyar penumpang udara lalu lalang di angkasa Asia, dengan pertumbuhan 100 juta penumpang baru setiap tahun. Di sini, "peran" Indonesia sebenarnya cukup signifikan. Indonesia adalah salah satu pasar penumpang udara dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Pertumbuhan penumpang domestik mencapai 16% , dan penumpang internasional 12 %. Indonesia mengoperasikan 237 bandara dengan 27 bandara di antaranya melayani penerbangan internasional. Pada tahun 2019, bandara-bandara di Indonesia akan melayani sekitar 125 juta penumpang  ! Saat ini, Indonesia melayani 94.5 juta penumpang udara, dan menjadi negara dengan penumpang udara terbesar ke 8 dunia (setelah AS, China, Inggris Raya, Jepang, Jerman, Irlandia, dan Brazil). Jakarta sendiri adalah bandara tersibuk ke 12 dunia, dan rute Jakarta- Surabaya adalah salah satu rute tersibuk dunia. Indonesia adalah penyangga pertumbuhan dunia penerbangan Asia yang signifikan. Mungkin kita tak pernah menyadarinya. (Dari berbagai sumber)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas