Hobbit Ternyata ada di Indonesia

Hobbit Ternyata ada di Indonesia

Hobbit Ternyata ada di Indonesia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Homo floresiensis menjadi sensasi di seluruh dunia ketika dipertunjukkan satu dekade yang lalu. Sisa-sisa tulang spesies yang dianggap sebagai hobbit tersebut ditemukan dalam sebuah gua di pulau Flores, Indonesia. H. floresiensis diperkirakan hidup di kisaran 18.000 tahun yang lalu – lebih lama dari spesies manusia awal lainnya, termasuk Neanderthal.
Thomas Sutikna bersama tengkorak Hobbit, Homo Florensis. Thomas Sutikna bersama tengkorak Hobbit, Homo Florensis.

Cerita bermula ketika di tahun 2001, tim riset dari Indonesia dan Australia mulai melakukan penggalian di sebuah gua kapur di sebelah barat Flores tengah. Gua yang dikenal sebagai Gua Liang Bua ini pertama kali diteliti oleh Verhoeven di tahun 1965. Prof Raden Soejono, seorang arkeolog Indonesia mengatakan bahwa dirinya mendengar Liang Bua dari Verhoeven dan telah melakukan penggalian disana sejak 1970an sampai 1989. Penelitian awal ini menemukan bahwa benda-benda yang ada di permukaan gua diperkirakan memiliki umur 10.000 tahun dan terbukti sebagai tanda-tanda kehidupan manusia dan hewan. Pada hari Sabtu, 6 September 2003, seorang arkeolog Indonesia Wahyu Saptomo bersama tim melakukan penggalian di sektor VII Liang Bua. Saat itu sebuah tengkorak ditemukan oleh seorang anggota tim bernama Benyamin Tarus di kedalaman 6 meter dari permukaan gua. Wahyu yang saat itu meminta komentar Rokus Due Awe tentang tengkorak yang ditemukan tersebut mendapat penjelasan bahwa itu diperkirakan adalah tengkorak anak-anak.
Lokasi Penggalian Liang Bua (Foto: Humanorigins.si.edu) Lokasi Penggalian Liang Bua (Foto: Humanorigins.si.edu)

Hingga dua hari kemudian, pemimpin tim peneliti Thomas Sutikna ikut melakukan penggalian dan menemukan beberapa bukti tambahan yang membuat Rokus meralat pernyataannya dan berpendapat bahwa tengkorak yang ditemukan adalah bukan tengkorak anak-anak sebab terlihat dari giginya yang sudah permanen sehingga penemuan itu adalah sebuah tengkorak hominin dewasa. Beberapa minggu selanjutnya tim penelitian Wahyu melakukan pengangkatan terhadap tengkorak tersebut. Spesimen itu saat ini dikenal sebagai LB1 (Liang Bua 1), dan menjadi spesimen dari spesies Homo Florensis atau yang dikenal sebagai manusia Hobbit. humanorigins.si.edu

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Raja Jawa Tanpa Mahkota Sebelummnya

Raja Jawa Tanpa Mahkota

AI Vision Karya ITB, Kecerdasan Buatan untuk Menghadapi Kenormalan Baru Selanjutnya

AI Vision Karya ITB, Kecerdasan Buatan untuk Menghadapi Kenormalan Baru

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.