Seorang peneliti di Museum Natural History di London, Inggris, yang melakukan penelitian tentang serangga di Kalimantan dan Jawa dalam empat tahun terakhir, mengatakan ia menemukan ratusan lebah yang hanya dapat ditemukan di Indonesia. Andrew Polaszek saat ini tengah meneliti serangga yang ia kumpulkan baru-baru ini dari penelitian di Gunung Halimun, Jawa Barat. Penelitian ini melibatkan 30 ilmuwan dari Inggris, Indonesia, Jerman, dan Norwegia untuk menemukan spesies baru yang ada di Gunung Halimun. “Setidaknya ada ratusan spesies lebah yang hanya ada di Indonesia. Jumlah tersebut tentu masih bisa bertambah,” kata Polaszek dan menambahkan bahwa di Papua terdapat spesies yang hanya ditemukan di satu bukit tertentu. Profesor Polaszek dan rekan-rekannya melakukan riset tentang keanekaragaman hayati yang masih belum diteliti di Indonesia. Untuk Polaszek sendiri, fokusnya adalah lebah dengan ukuran mikro. “Penelitian ini baru dimulai tahun ini dan baru akan selesai empat tahun lagi,” kata Polaszek. Manfaat penelitian ini untuk menemukan spesies tersembunyi di Indonesia sebagai “pusat keanekaragaman hayati” di dunia. “Menjaga keajaiban hutan dan alam sangat penting untuk Indonesia dan dunia,” tambahnya. Dari semua lebah yang ada di Indonesia, favorit profesor lulusan Imperial College London ini adalah lebah berukuran mikro bernama Megaphrama. Ia mengatakan lebah yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop ini memiliki manfaat sebagai pembasmi hama parasit di kebun teh. Dalam ekspedisi bulan September lalu, Polaszek mengatakan ia telah mengumpulkan sekira 10.000 spesimen dalam dua minggu. “Saya bersemangat untuk segera menganalisis temuan lapangan ini di laboratorium,” tuturnya. Maret mendatang, profesor penggemar rendang ini berencana kembali ke Indonesia dan melakukan penelitian lebih jauh dan berharap bisa menemukan spesies baru. (detik.com)

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu