N-219 adalah pesawat multi fungsi bermesin dua yang dirancang oleh Pt. Dirgantara Indonesia dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil. Pesawat ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo. Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo. Pesawat N219 baru akan bisa diserahkan kepada pemesan pertamanya untuk diterbangkan sekitar 2016.  N-219 ini merupakan pengembangan dari NC-212 yang sudah diproduksi oleh PT DI dibawah lisensi CASA. Pesawat N219 berkapasitas 19 tempat duduk dan cocok untuk penerbangan perintis. Pesawat ini tergolong mudah dan sederhana dalam proses perawatannya. N219 memiliki konfigurasi yang dapat diubah dengan cepat, biaya operasi rendah, bersertifikasi dasar CASR 23 dan menggunakan sepasang mesin PT6A-42 yang masing-masing berkekuatan 850 daya kuda. Pesawat ini dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo. Pesawat ini memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu yang fleksibel. N219 mampu lepas landas dan mendarat dalam jarak pendek atau hanya memerlukan landasan 500 hingga 600 meter. Pesawat ini juga dilengkapi dengan alat bantu navigasi sehingga mampu lepas landas dan mendarat di bandara bandara perintis dengan peralatan minimal. Fitur Utama Fungsi: angkut penumpang dan kargo (Multi fungsi, dapat dikonfigurasi ulang) Kapasitas: 19 Penumpang (konfigurasi tiga sejajar) Kinerja lepas landas dan mendarat: jarak pendek/STOL (600 m) Biaya operasional: rendah Mesin: 2 x 850 shp Kinerja Kecepatan jelajah maksimum: 395 km / jam (213 KTS) Kecepatan jelajah ekonomis: 352 km / jam (190 KTS) Rata rata feri Maksimum: 1580 Nm jarak lepas landas (halangan 35 kaki): 465 m, ISA, SL jarak mendarat (halangan 50 kaki): 510 m, ISA, SL Kecepatan jatuh (stall): 73 KTS Berat lepas landas maksimum (MTOW): 7270 kg (16,000 lbs) Muatan Maksimum: 2500 kg (5511 lb) Tingkat panjat 2300 kaki / menit (semua mesin operasi) Jarak: 600 Nm Para pemesan: 1. Maskapai Lion Air 100 unit 2. Nusantara Buana Air 30 unit 3. Pemda Papua dan Papua Barat 15 unit 4. Pemda Aceh 6 unit 5. Pemda Sulawesi 6 unit 6. Pemda Riau 4 unit 7. Thailand (Nomad) pengawas pantai sebanyak 18 unit dan cadangan 2 unit 8. TNI AL (Nomad) 1 skuadron 9-15 pesawat.   Wikipedia | Merdeka.com | Tempo.co

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu