Lupa Sandi?

"Saiki Jamane Moco", Perpustakaan Jamu Keliling dari Sidoarjo

Asrari Puadi
Asrari Puadi
0 Komentar
Upaya menumbuhkan semangat membaca masyarakat Sidoarjo di tingkat pelajar, karyawan hingga ibu rumah tangga terus ditingkatkan oleh M Fauzi (33) warga Desa Sukorejo RT 09 RW 03 Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo dengan menggalakkan perpustakaan keliling. Dengan membawa puluhan buku mulai dari Novel, cerpen, buku memasak hingga kamus khusus buat para pelajar itu tidak pernah lepas dari rak jamu yang selalu ia jajakan mengelilingi pelosok desa dan pabrik-pabrik yang ada di Buduran hingga Gedangan Sidoarjo. Dengan slogan yang ditulis di depan rak jamu “Sak iki jamane moco” (sekarang waktunya membaca-Red) itu diharapkan masyarakat Sidoarjo khususnya pembeli jamu tradisional bikinan M Fauzi semakin giat membaca sejak dini. “Melihat situasi dan kondisi masyarakat di Sidoarjo saat ini, minat membaca masyarakat sangat sedikit, khususnya bagi para karyawan pabrik. Mereka sudah bekerja sejak pagi hingga sore, dan tidak mempunyai waktu untuk ke perpustakaan. Maka dari itu, saya menyediakan perpustakaan keliling ini untuk memfasilitasi mereka supaya bisa membaca dengan mudah,” terang Fauzi. Mereka yang membaca buku tersebut, lanjut Fauzi, bisa dibawa pulang dengan batas pengembalian paling lambat tiga hari. Buku yang mereka pinjam itu tidak dikenakan biaya alias gratis. Apabila buku yang dibawa itu tidak ada sesuai permintaan pembelinya (pembeli jamu). Mereka bisa memesan dan akan dibawakan keesokan harinya. Dikatakan Fauzi, ajakan untuk senantiasa membaca itu dia tekuni sejak 3 tahun lalu dengan berbagai cara, mulai dari mendirikan perpustakaan taman baca masyarakat, memasukkan buku ke warung kopi serta membawa perpustakaan keliling sambil berjualan jamu tradisional bikinan alumni SMP itu. (SidoarjoNews)

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ASRARI PUADI

Pejalan Kemana Saja. Mamut Menteng Ureh Utusku. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie