Lupa Sandi?

Museum Gitar Pertama di Indonesia dari Dewa Budjana

Asrari Puadi
Asrari Puadi
0 Komentar
Museum Gitar Pertama di Indonesia dari Dewa Budjana

Gitaris ternama Indonesia I Dewa Gede Budjana mendirikan museum gitar yang diberi nama "Museum Gitarku" yang sekaligus menjadi museum gitar pertama di Indonesia di Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Museum tersebut juga merupakan anggota dari Wisesa Group. Di museum yang berdiri di kampung turis tersebut terdapat banyak gitar yang dipamerkan.

"Di antara gitar yang dipamerkan mendapat sentuhan seni jagoan seni rupa Indonesia, antara lain Nyoman Nuarta, Joko Pekik, Sunaryo, Srihadi Soeharsono, Agus Suwage, Erica Hestu Wahyuni, Teguh Ostenrikt, Minori Hirota, Nyoman Meja, Runi Palar, dan Nyoman Gunarsa," ungkapnya seperti dikutip dari laman Liputan6.

Dewa Budjana mengaku setelah berkarier sebagai pemain gitar lebih dari 30 tahun, pihaknya mulai berpikir apa yang bisa diwariskan, tidak saja kepada anak dan cucunya, tetapi untuk dunia musik di Tanah Air.

Karena itulah muncul gagasan untuk membuat meseum gitar yang tidak hanya memeragakan gitar-gitar pernah ia gunakan, tetapi juga berbagai gitar dengan cerita di belakangnya.

"Gagasan saya muncul karena terinspirasi oleh gitaris hebat, baik musisi terkenal di Indonesia maupun internasional," ucap pria asal Kabupaten Klungkung, Bali, itu.

Ia menjelaskan gitaris yang telah menandatangani gitar di museum tersebut antara lain Mike Stern, Pat Metheny, Ebiet G. Ade, Steve Vai, Allan Holdsworth, Bill Frisell, Mike Lukather, Ludwig Lemans, Robby Krieger, Michael Landau, Eross Candra, Scott Henderson, Michael Angelo Batio, Aria baron dan Guthrie Govan.

(Liputan6)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ASRARI PUADI

Mamut Menteng Ureh Utusku. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara