Berkat Alat ini Garis Batas Laut Indonesia akan Aman dari Penyusup

Berkat Alat ini Garis Batas Laut Indonesia akan Aman dari Penyusup

Berkat Alat ini Garis Batas Laut Indonesia akan Aman dari Penyusup

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki luas wilayah laut mencapai 3.544.743,9 km2, membuat para penjaga perbatasan bekerja keras untuk tetap menghalau penyusup maupun pihak-pihak yang secara ilegal masuk ke batas wilayah Indonesia. Selama ini tugas tersebut dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya Angkatan Laut (AL) Republik Indonesia atau polisi laut dengan patroli berdasarkan satelit. Namun cara tersebut dianggap tidak responsif karena masih terdapat jeda waktu reaksi dari petugas. Permasalahan lain juga dapat terjadi sebaliknya. Ternyata kasus penangkapan nelayan Indonesia di batas wilayah negara lain juga banyak terjadi karena ketidak tahuan tentang perbatasan. Sehingga hal tersebut terkadang sering menyebabkan hubungan antara Indonesia dengan negara tetangga tidak harmonis lautan Solusi yang coba ditawarkan oleh anak-anak muda Indonesia adalah dengan menciptakan teknologi pendeteksi batas maritim yang terpasang di masing-masing kapal milik nelayan. Anak-anak muda tersebut adalah I Made Sapta Hadi dan Bagas Lail Ramadhan, mahasiswa Jurusan Teknik Geodesi serta Imaddudin A Majid, Jurusan Teknik Elektro. Mahasiswa-mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut berhasil mengembangkan inovasi teknologi untuk mencegah terjadinya pelanggaran batas maritim Indonesia. Sapta mengatakan pengembangan alat ini diawali dari keprihatinan mereka terhadap maraknya kasus pelanggaran batas maritime di wilayah perbatasan yang berujung pada penangkapan nelayan Indonesia oleh Negara tetangga. Salah satu penyebab terjadinya pelanggaran batas tersebut dikarenakan ketidaktahuan para nelayan terkait letak garis batas yang tepat. “Apalagi di tengah laut garis batasnya tidak terlihat secara nyata,” terangnya, Senin (30/11). Di bawah bimbingan I Made Andi Arsana,Ph.D, dosen Teknik Geodesi UGM yang juga pakar di bidang batas maritim, Sapta dan kawan-kawan membuat sebuah alarm yang terintegrasi dengan Global Positioning System (GPS). Alarm yang sudah terintegrasi dengan GPS kemudian diinputkan koordinat dari batas maritim yang sudah disepakati Indonesia dengan negara tetangga.
Swates (Suwanten Wates) Swates (Suwanten Wates)

Alat bernama Swates (Suwanten Wates) yang berarti Suara Perbatasan tersebut diklaim mudah dalam untuk dioperasikan. Swates bekerja dengan memberikan peringatan dini berupa bunyi alarm ketika alat tersebut di dekatkan ke arah perbatasan. Sehingga saat nelayan berlayar mendekati wilayah perbatasan secara otomatis alat akan langsung mengeluarkan bunyi memberikan peringatan dini agar tidak melewati batas maritim. “Alat ini telah diuji dan mampu memberikan peringatan dini dengan ketelitian posisi mencapai 2,5 meter dari garis batas yag didefinisikan,”jelasnya. Bagas menambahkan saat ini mereka tengah mengembangkan Swates menjadi lebih inovatif lagi. Harapannya alat ini dapat diproduksi secara masal sehingga dapat digunakan oleh banyak nelayan Indonesia di wilayah perbatasan. “Semoga nantinya tidak ada lagi nelayan yang melanggar batas maritim dan ditangkap Negara tetangga,” harapnya. Hadirnya Swates tidak hanya mampu mencegah terjadinya pelanggaran batas maritim di Indonesia khususnya yang dilakukan oleh nelayan di wilayah perbatasan. ugm.ac.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga52%
Pilih SedihSedih9%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi9%
Pilih TerpukauTerpukau13%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Panser Karya Anak Bangsa yang Lebih Baik dari Panser Korea Sebelummnya

Panser Karya Anak Bangsa yang Lebih Baik dari Panser Korea

Sebelum Jadi NKRI, Indonesia Punya 7 Negara Bagian, 7 Presiden, dan 7 Bendera Selanjutnya

Sebelum Jadi NKRI, Indonesia Punya 7 Negara Bagian, 7 Presiden, dan 7 Bendera

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.