Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Inilah Kota-kota Dengan Lalu Lintas Paling Aman di Indonesia. Adakah Kotamu?

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Inilah Kota-kota Dengan Lalu Lintas Paling Aman di Indonesia. Adakah Kotamu?
Inilah Kota-kota Dengan Lalu Lintas Paling Aman di Indonesia. Adakah Kotamu?
Sudah saatnya keselamatan jalan di sebuah wilayah menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan para pemerintah daerah. Berdasarkan data Korlantas Polri, korban meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di Indonesia tahun 2014 adalah sebanyak 28.297 jiwa. Dari jumlah ini, pelaku terbanyak berasal dari masyarakat di usia produktif yaitu 26-30 tahun. Mereka yang berada pada rentang usia ini umumnya merupakan para pencari nafkah sehingga kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan efek penurunan kesejahteraan bahkan kemiskinan bagi keluarga korban. Oleh karena itu, penerapan tata kelola keselamatan jalan yang baik menjadi faktor penting bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Guna memberikan dukungan kepada pemerintah kota dan kabupaten untuk terus menerapkan tata kelola keselamatan yang baik di wilayahnya masing-masing, Adira Insurance bekerja sama dengan Majalah SWA kembali  mengadakan ajang penganugerahaan Indonesia Road Safety Award (IRSA) untuk yang ketiga kalinya. Ajang penganugerahaan ini merupakan merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibilities Adira Insurance yaitu kampanye “I Wanna Get Home Safely!” (IWGHS) yang dipelopori sejak tahun 2010. Penilaian peserta IRSA mengacu pada atribut lima pilar yang terdapat dalam Rancangan Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) yang terdiri dari: Pilar 1      Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management) Pilar 2      Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road) Pilar 3      Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle) Pilar 4      Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User) Pilar 5      Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre & Post-Crash Response) Pada tahun 2015 ini, terdapat perbedaan kategorisasi pemenang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2013 dan tahun 2014,  kategorisasi pemenang terdiri dari Kategori Kota Sedang, Kota Besar, dan Kota Metropolitan. Sedangkan, pada tahun 2015 ini,kategorisasi pemenang terdiri dari: 1. Kota dengan penduduk di atas 1 juta jiwa 2. Kota dengan penduduk di bawah 1 juta jiwa 3. Kabupaten dengan penduduk di atas 1 juta jiwa 4. Kabupaten dengan penduduk di bawah 1 juta jiwa Perubahan kategorisasi tersebut bertujuan untuk mengakomodir saran dan masukan dari kota dan kabupaten peserta IRSA 2014. Terdapat 61 kota atau kabupaten yang mendaftar IRSA 2015 dari hasil pendaftaran terbuka atau metode partisipatif dan 15 kota atau kabupaten berdasarkan hasil rekomendasi pakar road safety atau metode non partisipatif. Sehingga, total peserta IRSA 2015 adalah sebanyak 76 kota atau kabupaten. Ajang yang mengalami peningkatan total peserta sebesar 64% melalui metode partisipatif ini telah melewati serangkaian kegiatan sejak pertengahan tahun 2015; mulai dari pendaftaran peserta, shortlisting, survei, observasi lapangan, penjurian, hingga sharing session. Dari hasil shortlisting tersebut, terpilih 16 kota dan kabupaten yang menjadi semifinalis IRSA 2015. Indonesia Road Safety Award 2015 16 semifinalis tersebut dilakukan survei dan observasi lapangan. Dari hasil survei dan observasi tersebut, terlihat hasil dari angka Total Indeks  Keselamatan Jalan sebagai cerminan pencapaian pelaksanaan road safety di wilayahnya. “Kami sangat senang dimana Total Indeks Keselamatan Jalan tersebut selalu mengalami peningkatan selama pelaksanaan IRSA tiga tahun ini,” ujar Indra Baruna, Chief Executive Officer Adira Insurance. Semula, Total Indeks Keselamatan Jalan tahun 2013 adalah sebesar 2,99 dan saat ini, Total Indeks Keselamatan Jalan mencapai 3,03. Hal ini menandakan bahwa telah terjadinya peningkatan kualitas penerapan road safety di Indonesia. Hasil survei ke pengguna jalan dan observasi pada IRSA 2015 tersebut masih sama dengan hasil survei dan observasi IRSA pada tahun sebelumnya dimana penegakan standar keselamatan angkutan umum dan penegakan peraturan terhadap pelanggaran batas kecepatan masih menjadi atribut-atribut yang harus mendapat perhatian. Pembenahan pada kedua atribut tersebut akan sangat berpengaruh terhadap upaya berbagai pihak dalam menekan angka fatalitas dari kecelakaan lalu lintas di masa datang. Dari hasil survei dan observasi lapangan ini, telah terpilih 12 kota atau kabupaten finalis IRSA 2015. Para finalis telah diundang untuk melakukan penjurian dan mempresentasikan berbagai permasalahan road safety di wilayahnya beserta dengan program kerja dan hasil evaluasi terhadap kebijakan yang telah dilakukan terkait dengan tata kelola keselamatan jalan. Setelah melakukan penjurian, guna mendorong implementasi tata kelola  keselamatan jalan yang lebih baik, Adira Insurance mengadakan acara Sharing Session IRSA 2015 sebagai wadah diskusi dan bertukar pikiran antara pemerintah kota dan kabupaten fi nalis IRSA 2015 mengenai strategi-strategi penerapan tata kelola keselamatan jalan yang baik di daerahnya masing-masing. Sharing session ini juga dilaksanakan untuk mengakomodir saran yang diberikan oleh para peserta IRSA pada tahun 2014 lalu. Dari hasil penjurian, telah terpilih pemenang IRSA 2015 yang dikelompokkan menjadi : 1. Pemenang per kategorisasi Kota atau Kabupaten 2. Pemenang per pilar keselamatan jalan 3. Pemenang kategori khusus, yang terdiri dari: • Kota atau Kabupaten dengan Inovasi Terbaik dalam Program Tata Kelola Keselamatan Jalan • Kota atau Kabupaten dengan Peningkatan Indeks Total Keselamatan Jalan Terbaik Indonesia Road Safety Award 2015 Dan pada tanggal 3 Desember 2015 bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, telah diumumkan pemenang IRSA 2015. Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Bapak Ignasius Jonan, M.A. dimana beliau turut memberikan sambutan pada acara tersebut dengan menekankan pentingnya partisipasi para pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia dalam ajang IRSA ini. “Acara ini sangat penting diikuti oleh para pemerintah kota dan kabupaten. Kita harus bersama-sama membangun kesadaran untuk mengurangi fatalitas kecelakaan di jalan,” ujar Bapak Ignasius Jonan, M.A. Indra Baruna, pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa IRSA bukanlah sekadar ajang penghargaan, melainkan memiliki misi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas road safety management di Indonesia. Ia mengatakan bahwa IRSA layaknya cermin yang membantu pemerintah kota dan kabupaten untuk mengetahui pilar-pilar yang perlu diprioritaskan perbaikannya. Dengan mengikuti IRSA secara konsisten dari tahun ke tahun, para pemerintah kota dan kabupaten dapat memonitor perkembangan indeks keselamatan jalannya masing-masing. “Semoga IRSA dapat terus menjadi inspirasi untuk para pemerintah daerah dalam membuat program-program tata kelola keselamatan jalan di wilayahnya,” ujar Indra Baruna.
Penyerahan penghargaan IRSA 2015 untuk kota Surabaya sebagai pemenang utama kategori kota berpenduduk > 1 Juta Jiwa kepada pj Walikota Surabaya Nurwiyatno Pemenang Utama Kota Berpenduduk (> 1 Juta Jiwa) Kota Surabaya Mengikuti IRSA untuk pertama kalinya, Kota Surabaya langsung menyapu bersih penghargaan di semua pilar dan menjadi Pemenang Utama di kategori Kota Berpenduduk > 1 Juta Jiwa. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, penduduk Kota Surabaya berjumlah 2,8 juta jiwa pada malam hari dan meningkat dua kali lipatnya pada siang hari. Guna meminimalisir pergerakan penduduk dan memperkecil risiko terjadinya kecelakaan, pemanfaatan lahan dilakukan dengan pola cluster sehingga kawasan pemukiman, sekolah, taman, pertokoan, dan fasilitas publik lain menyatu dalam satu blok. Penyebaran pusat kegiatan juga selalu disinergikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana, mulai dari pembangunan ring road untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi, hingga pengadaan jalur pedestrian yang nyaman sekaligus berfungsi sebagai drainase pencegah banjir. Irvan Wahyudrajad, Kepala Dishub Kota Surabaya menyebutkan bahwa pihaknya telah menerapkan Surabaya Intelligence Traffi cSystem. “Kami mengoptimalkan pemanfaatan IT untuk fungsi pemantauan lalu lintas, pengujian kendaraan, pengaturan parkir dan terminal, hingga call center dan penanganan kecelakaan,” ujarnya.
Penyerahan penghargaan IRSA 2015 untuk kota balikpapan sebagai pemenang utama untuk ketiga kalinya dalam kategori kota berpenduduk < 1 Juta Jiwa yang diterima oleh Walikota balikpapan Rizal Effendi. Pemenang Utama Kota Berpenduduk (< 1 Juta Jiwa) Kota Balikpapan Kota Balikpapan berhasil mempertahankan rekornya sebagai pemenang di seluruh pilar sekaligus Pemenang Utama di kategorinya sejak IRSA 2013. Meski memiliki wilayah yang cukup luas, Kota Balikpapan memiliki beragam tantangan dalam penerapan tata kelola keselamatan jalan. Pertumbuhan kendaraan mengalami lonjakan signifi kan, dari 396.478 unit di tahun 2011 menjadi 526.608 unit di tahun 2015. Kontur tanah yang 85% berbukit menjadikan Kota Balikpapan memiliki banyak tanjakan, turunan dan tikungan. Untuk meminimalisir risiko kecelakaan di sejumlah blackspot yang ada, Pemerintah Kota Balikpapan melakukan rekayasa mulai dari pemotongan tanjakan, pengaturan jam operasional kendaraan berat, pembangunan jalan layang dan gedung perparkiran, pemanfaatan IT untuk pengujian kendaraan, pembinaan pengemudi angkutan barang dan penumpang, hingga pengadaan bus sekolah dan Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) Trans Balikpapan. “Hasilnya, jumlah kecelakaan terus menurun dari 322 kasus pada 2011, 225 kasus pada 2014, dan 120 kasus saja pada tahun ini,” kata Djamhari selaku Kabid Perhubungan Darat Dishub Kota Balikpapan.
Penyerahan penghargaan IRSA 2015 untuk kabupaten Jepara sebagai pemenang utama dalam kategori kabupaten berpenduduk > 1 Juta Jiwa yang diterima oleh bupati Ahmad marzuqi. Pemenang Utama Kabupaten Berpenduduk (> 1 Juta Jiwa) Kabupaten Jepara Sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah, Kabupaten Jepara mampu mewujudkan keselamatan jalan terbaik. Selain perbaikan fasilitas dan infrastruktur, kabupaten ini mampu menyentuh aspek-aspek teknis lain dalam pencegahan dan penanggulangan terjadinya kecelakaan. Salah satu program unggulan yang menonjol ialah manajemen ambulans. Kabupaten ini mampu mengoptimalkan mobil ambulans yang dimiliki Puskesmas se-Jepara. Masa 10 menit pertama dimaknai sebagai periode emas untuk menghindarkan korban dari risiko fatal, maka itu kabupaten ini membuat sistem yang memungkin ambulans hadir tepat 10 menit sebelum kecelakaan. Pemerintah Kabupaten juga aktif melakukan terobosan baru dalam bidang edukasi keselamatan, salah satunya meluncurkan game edukasi tentang keselamatan berlalu lintas yang berisi kumpulan soal-soal ujian teori SIM yang dikemas dalam sebuah game balapan bernama Badut Keselamatan Berlalu Lintas (Baseta). Game ini setidaknya telah diunduh sekitar 1300 orang. “Alhamdullilah kami bisa memenangkan penghargaan ini, lima pilar indikator dalam IRSA pasti terus akan kami tingkatkan,” ujar Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.
Penyerahan penghargaan IRSA 2015 untuk kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai pemenang utama dalam kategori kabupaten berpenduduk < 1 Juta Jiwa yang diterima oleh Wakil bupati Hulu Sungai Selatan, Ardiansyah. Pemenang Utama Kabupaten  Berpenduduk (< 1 Juta Jiwa) Kabupaten Hulu Sungai Selatan Penurunan jumlah kecelakaan menjadi salah satu keberhasilan dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Beberapa usaha gencar dilakukan seperti survei jalan, perluasan kawasan tertib lalu lintas, dan peningkatan jumlah rambu dan marka jalan. Pembuatan lajur sepeda juga dilakukan untuk menekan angka kecelakaan sepeda motor. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan giat mensosialisasikan penggunaan sepeda untuk ke sekolah. Selain itu aspek pencegahan lainnya juga dilakukan semisal aktif melakukan sosialisasi berkendara aman melalui radio-radio daerah dan juga pengecekan berkala angkutan umum. Hasilnya hingga tahun ini angka kecelakaan mengalami penurunan. Tahun lalu terbukti angka kecelakaan bisa menurun 33%, dari tahun 2013 sebanyak 64 kasus kecelakaan, menjadi hanya 43 kasus di tahun 2014.Sedangkan tahun ini tercatat 29 kejadian kecelakaan hingga Oktober. “Kemenangan ini adalah suatu kegembiraan bagi kami, Ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh stakeholder terkait yang memang selama ini bekerja untuk menciptakan keselamatan dalam berlalu lintas,” ujar Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan Ardiansyah.
Penyerahan penghargaan IRSA 2015 untuk kota Tangerang sebagai pemenang dalam kategori peningkatan Indeks keselamatan Jalan Terbaik yang diterima oleh Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah. Pemenang Peningkatan Indeks Keselamatan Jalan Terbaik Kota Tangerang Kota Tangerang dinobatkan sebagai wilayah dengan peningkatan indeks total keselamatan jalan terbaik dalam tiga tahun terakhir. Pada IRSA 2013, indeks keselamatan jalan Kota Tangerang sebesar 3,07 meningkat menjadi 3,44 pada IRSA 2014, dan kembali meningkat menjadi 3,62 pada IRSA 2015. “Banyak masukan dan bimbingan dari Tim IRSA selama tiga tahun ini yang sangat bermanfaat bagi kami dalam meningkatkan kinerja tata kelola keselamatan jalan,” kata Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah. Dengan penduduk mencapai 2 juta jiwa, keberadaan Bandara Soekarno-Hatta, dan kawasan industri dengan sekitar 2.600 industri, Kota Tangerang memiliki lalu lintas yang padat dan risiko tinggi terhadap kecelakaan. Untuk itu, Kota Tangerang secara rutin melakukan pembangunan serta pemeliharaan jalan,  mengendalikan fungsi ruang dan kegiatan tepi jalan, mengoptimalkan pengujian kendaraan, serta menggencarkan sosialisasi keselamatan jalan. Melalui sistem layanan gawat darurat terpadu yang dimilikinya, masyarakat yang mengalami kecelakaan di Kota Tangerang akan ditanggung biayanya oleh Pemerintah Kota dengan rujukan berjenjang.
Penyerahan penghargaan IRSA 2015 untuk kabupaten kudus sebagai pemenang dalam kategori Inovasi Program Keselamatan Jalan Terbaik yang diterima oleh Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto. Pemenang Inovasi Program Keselamatan Jalan Terbaik Kabupaten Kudus Menjadi wilayah segitiga emas kawasan Pantura membuat Kabupaten Kudus banyak dilintasi banyak kendaraan. Beragam sosialisasi berkendara aman dilakukan untuk menekan angka kecelakaan. Salah satu yang dilakukan ialah dengan menghadirkan teater keliling di lokasi lokasi rawan kecelakaan dan pusat-pusat keramaian. Pemerintah Kabupaten juga mengunggah bacaan edukasi lalu lintas ‘Ibu Babe Lalu Lintas’ yang dapat diunduh melalui Playstore, serta aktif melakukan pelatihan berkendara bagi pengemudi pemula di acara car free day. Strategi jemput bola ini dinilai ampuh untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Di kudus sendiri, rata-rata kecelakaan lebih banyak melibatkan kendaraan roda dua dibanding kendaraan roda empat. Maka itu di beberapa lokasi sengaja didesain adanya pemisahan jalur antara roda dua dan roda empat. “Inovasi dan kreasi itu sebuah kewajiban. Di acara car free day misalnya, kita buka uji praktek sim C,” ujar Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto. Swa.co.id  

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas