Lupa Sandi?

Asal Usul Komodo dan Legenda Si Gerong

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Asal Usul Komodo dan Legenda Si Gerong
Banyak yang masih mengira bahwa Pulau Komodo adalah pulau yang hanya dihuni oleh Komodo dan Biota liar lainnya. Padahal di pulau yang saat ini telah mejadi bagian dari Taman Nasional Komodo yang terletak di Nusa Tenggara Timur ini terdapat penduduk asli yang dahulu banyak hidup dengan menjadi nelayan. Mereka tinggal di kampung yang bernama Kampung Komodo yang letaknya tidak jauh dari teluk dermaga Loh Liang, dermaga yang saat ini selalu menjadi pintu masuk Wisatawan ke Pulau Komodo. Uniknya para penduduk lokal punya sebutan sendiri untuk Pulau Komodo, yakni Pulau Orah. Lalu komodo adalah nama hewan yang mendiami Pulau Orah. Dulu, para penduduk asli hidup tersebar di Pulau Orah sampai pulau ini ditetapkan sebagai bagian dari Taman Nasional Komodo pada 6 Maret 1980.
Kampung Komodo Kampung Komodo

Sebagaimana di lansir CNN Indonesia, bekas-bekas wilayah inti perkampungan penduduk lokal Pulau Komodo masih terlihat di dermaga Loh Liang. Terlihat masih berjajar rapi pohon kedondo yang dulu digunakan sebagai pagar atau batas tanah penduduk. Kulit pohon kedondo tersebut ternyata juga digunakan masyarakat sebagai obat luka. Pohon gebang (Corypha utan) yang banyak tumbuh di Pulau Komodo, dulu adalah sumber makanan pokok yang diolah menjadi sagu oleh masyarakat Komodo sebelum digantikan nasi. Gebang adalah keluarga palma yang tumbuh di dataran rendah. Penduduk Komodo mengambil isi pokok pohon gebang yang berusia 15 tahun untuk diolah menjadi tepung, seperti sagu, lalu dimasak seperti membuat papeda. Pohon yang tumbuh menjulang ini juga banyak berperan dalam fase awal kehidupan Komodo yang harus bertahan hidup dari Induknya yang kanibal. Sayangnya, penduduk Komodo sekarang bukan lagi orang asli Komodo. Bahkan, menurut ranger Tasrif, orang asli Komodo sudah tak ada lagi dan dinyatakan telah punah. Penduduk yang mendiami Pulau Komodo saat ini adalah campuran orang Bugis, Bima, dan Larantuka. Tasrif, contohnya, yang berayah Bima dan beribu Larantuka. Ranger lain di Pulau Komodo, Kamal, berasal dari Larantuka. Sebenarnya menurut cerita yang beredar keberadaan orang asli Komodo tak dapat dilepaskan dari legenda Putri Naga yang diyakini masyarakat. Kisahnya, Putri Naga menikah dengan pria bernama Majo. Dia melahirkan anak kembar, yaitu anak laki-laki bernama Si Gerong dan seekor naga betina bernama Orah. Si Gerong dibesarkan di tengah-tengah masyarakat, sedangkan Orah dilepaskan di hutan. Keduanya tidak saling kenal. Bertahun-tahun kemudian, Si Gerong yang sudah dewasa, memanah seekor rusa saat berburu di hutan. Namun sewaktu dia melangkah maju untuk mengambil buruannya, seekor kadal besar muncul dari semak-semak dan seketika mencaplok rusa tersebut. komodo Si Gerong berusaha mengambil, tapi sia-sia. Si kadal besar diam di sisi bangkai rusa, sambil menunjukkan gigi-giginya dia memperingatkan Si Gerong untuk pergi. Si Gerong mengangkat tombak hendak membunuh kadal itu. Namun tiba-tiba muncul perempuan berwajah cantik, Putri Naga, yang segera memisahkan dua musuh tersebut. Dia katakan pada Si Gerong, “Jangan bunuh hewan ini. Dia saudarimu, Orah. Saya melahirkan kalian bersamaan. Anggaplah dia sama denganmu karena kalian kembar.” Sejak itu, penduduk memperlakukan komodo dengan baik. Hewan tersebut berkeliaran bebas di hutan, makan babi hutan, rusa, dan hewan lain. Komodo tua yang tak dapat lagi melawan, dimakan saudaranya, manusia. Si Gerong adalah manusia asli terakhir Pulau Orah. Dia tak punya keturunan. Sepenuturan Tasrif, orang-orang zaman dulu yang sempat bertemu Si Gerong, mengatakan ciri-ciri si Gerong berkulit putih dan berdaun telinga lebar. “Penampilannya seperti orang Dayak,” katanya. CNN Indonesia

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi14%
Pilih TerpukauTerpukau71%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Pencerita yang tiada habisnya. Mencari makna untuk cipta karya. Pembelajar yang kerap lapar. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara