Meningkat pesatnya pemanfaatan teknologi untuk mensejahterakan masyarakat sangat dipahami betul oleh pihak-pihak yang berperan di dalam keilmuwan dan teknologi di Indonesia. Oleh karena itu tidak heran bila kemudian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaksanakan program pembangunan Taman Sains dan Tekno dengan target 100 lokasi. Sebagai bagian dari program tersebut, Senin (21/12) yang lalu LIPI berhasil meresmikan Maluku Utara Agro-Marine Technopark yang berlokasi di Stasiun Lapangan LIPI, Ternate.
Ternate (Foto: Awaluddin Tahir / awaluddintahir.wordpress.com) Ternate (Foto: Awaluddin Tahir / awaluddintahir.wordpress.com)

Taman-taman tekno yang dibangun LIPI adalah sebuah bentuk upaya dalam melakukan penyampaian hasil penelitian yang telah dilakukan kepada masyarakat. “Taman Tekno merupakan tempat transfer teknologi hasil penelitian LIPI ke masyarakat sehingga masyarakat btidak hanya menerima namun juga bisa mengembangkan teknologi untuk nilai tambah produk lokal,” jelas Kepala LIPI, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain sebagaimana dikutip dari siaran pers yang dilansir Lipi.go.id Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba Lc., yang juga hadir dalam peresmian, mengungkapkan pihaknya menyambut dengan sangat antusias kehadiran taman tekno yang dirintis sejak awal tahun 2015 tersebut. “Maluku Utara Agro-Marine Technopark memberi dampak positif dan sejalan dengan agenda pembangunan daerah,” jelas Abdul Ghani. Dirinya juga menyatakan, siap untuk menyediakan lahan bagi pengembangan Maluku Utara Agro-Marine Technopark. Maluku Utara Agro-Marine Technopark yang memiliki lahan seluas 700 m2 ini berlokasi di Jalan Pertamina, Kecamatan Sasa, Ternate, Maluku Utara. Taman ini memiliki beberapa fasilitas penunjang seperti laboratorium mikro alga, dan laboratorium budidaya biota laut. Techno Park Maluku Utara Untuk saat ini kegiatan di Maluku Utara Agro-Marine Technopark difokuskan pada tiga bidang, yakni budidaya perikanan laut seperti ikan hias, kerang mutiara, dan rumuput laut; perikanan air tawar; serta teknologi pasca panen untuk produk pertanian lokal. Harapan dengan adanya taman tekno ini masyarakat lokal tidak lagi menjadi buruh di kampung halamannya sendiri. “Masyarakat seringkali hanya jadi buruh dan penonton di daerahnya. Maluku Utara Agro-Marine Technopark akan menjadi penghubung antara lembaga riset, universitas, pemerintah daerah, dan pengusaha,” jelas Koordinator Pembangunan Maluku Utara Agro-Marine Technopark, Prof. Dr. Djoko Dwy Eny Di bidang perikanan laut, pihaknya akan melakukan pembinaan masyarakat di Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara untuk budidaya kerang mutiara. ”Kami memberikan benih untuk dibudidayakan masyarakat Bacan sampai berukuran layak jual ke pengusaha mutiara,” jelas Djoko. Sedangkan untuk perikanan air tawar, Maluku Utara Agro-Marine Technopark tengah mengenalkan konspe pertanian lahan basah untuk masyarakat di sekitar danau Galela serta manajemen pengelolaan sumber daya danau bekerjasama dengan Pusat Penelitian Limnologi LIPI. lipi.go.id

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu