Bertambah Satu, Geopark Nasional di Indonesia

Bertambah Satu, Geopark Nasional di Indonesia
info gambar utama

Jumlah Geopark Nasional di Indonesia terus menerus bertambah. Baru-baru ini, Geopark yang terletak di kawasan wisata taman alam batuan tua Ciletuh di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat telah mendapatkan sertifikat sebagai Geopark Nasional dari Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO dan Kementerian ESDM karena telah memenuhi sejumlah persyaratan untuk sebuah taman bumi atau geopark.

Tentu saja hal ini menjadi kabar yang menggembirakan untuk upaya konservasi alam di Indonesia. Ciletuh dinyatakan layak masuk dalam daftar Geopark Naisonal karena dianggap telah memenuhi beberapa standar yang ditetapkan oleh UNESCO. Beberapa persyaratan tersebut antara lain adalah memiliki keragaman fenomena geologi, memiliki keragaman biologi, dan memiliki keragaman budaya.

Seperti dikutip dari nationnalgeographic.co.id Ketua Gugus Tugas Percepatan Geopark Ciletuh dari Kementerian ESDM, Yunus Kusumahbrata mengatakan Ciletuh memang telah memenuhi syarat-syarat yang diterbitkan oleh UNESCO sehingga dapat disebut sebagai geopark. Rencana selanjutnya adalah Geopark Nasional Ciletuh akan bisa menjadi Geopark Internasional atau termasuk dalam daftar Global Geopark diperkirakan pada tahun 2017 mendatang setelah dokumennya diserahkan kepada Global Geopark Network. “Targetnya Desember 2017 itu menjadi Geopark Internasional, masuk dalam Global Geopark Network. Itu 2017. Makanya wajib 2015 (dikukuhkan sebagai Geopark Nasional), karena syaratnya 2 tahun setelah Geopark Nasional baru bisa menjadi Geopark Internasional. Makanya dikejar (penilaiannya) tahun ini besar-besaran,” ujar Yunus.

Terkait target pengukuhan Ciletuh sebagai Geopark Internasional ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga angkat bicara. Dirinya mengatakan bahwa setelah Ciletuh mendapatkan sertifikat sebagai Geopark Nasional, pihak pemerintah provinsi akan akan terus memelihara dan mengembangkan kawasan wisata tersebut sehingga layak untuk dijadikan sebagai Geopark Internasional atau Global Geopark.

Salah satunya adalah pengembangan infrastruktur transportasi yang menuju kawasan Geopark kebanggaan masyarakat Sukabumi tersebut. Serta tidak ketinggalan juga pemberdayaan masyarakat sekitar untuk menjadi penggerak perekonomian disekitar lokasi.

Sertifikat yang diberikan UNESCO untuk Geopark Ciletuh (Foto: Ciletuhgeopark / Facebook.com)
info gambar

Paham tentang pentingnya memasukkan Geopark Ciletuh dalam daftar jaringan geopark global Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya untuk memperkenalkan Geopark Ciletuh kepada dunia lewat forum Global Geoparks Network di Osaka, Jepang, pada 15 September 2017 mendatang. Sebab bila geopark ini telah dikukuhkan sebagai bagian dari geopark internasional maka Geopark Ciletuh akan dapat menjadi taman rekreasi dan penelitian, sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus menjaga kawasan CIletuh dengan baik. Bahkan, pihaknya juga akan 'melindungi' kawasan-kawasan sekitar Ciletuh dengan cara mendaftarkannya sebagai wilayah hutan. Ahmad mengatakan, “Jadi harus dipelihara, jangan sampai ada kerusakan.

Kawasan hutan di Ciletuh ada kawasan hutan milik pemerintah melalui Perhutani dan milik masyarakat luas. Saya percaya kalau hutan yang milik Perhutani bisa dijaga atau dipelihara dengan baik. Yang saya khawatirkan adalah kawasan hutan yang milik masyarakat luas. Makanya agar terpelihara dengan baik, hutan tersebut akan kami (Pemprov Jabar) beli saja lah.” Saat ini di Indonesia, Geopark yang telah terdaftar sebagai bagian dari Global Geopark hanyalah Gunung Batur di Bali dan Geopark Gunung Sewu yang diresmikan beberapa bulan lalu.

Seorang pakar geopark dari UNESCO, Prof. Guy Martini mengatakan pendapatnya terkait kawasan ini. Menurutnya, Ciletuh sangat berpotensi untuk bisa menjadi Global Geopark ketiga di Indonesia. Sebab dirinya telah mengunjungi puluhan geopark di dunia, namun baru sekarang ada geopark, yaitu Geopark Ciletuh, yang didukung penuh oleh perusahaan BUMN dan memiliki tim yang sangat kuat. Guy juga menambahkan bahwa tim Geopark Ciletuh juga tetap harus bekerja keras karena kawasan Geopark Ciletuh harus bisa diperluas ke arah utara sehingga terintegrasi dengan kawasan wisata Pantai Pelabuhan Ratu.

“Karena keunikan Ciletuh itu bisa menjadi UNESCO Global Geopark. Tidak hanya menjadi UNESCO Global Geopark tapi bisa menjadi pilot project untuk UNESCO Global Geopark karena keunikannya ada support dari corporate (BUMN),” kata Martini. Geopark Nasional Ciletuh di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merupakan kawasan alam yang terlihat sudah sangat terintegrasi dan siap untuk menjadi lokasi eko wisata.

Selain memiliki situs resmi yang cukup informatif, geopark ini juga menggandeng stakeholder yang kuat sebagai penopangnya. Termasuk mengajak komunitas-komunitas lingkungan di Sukabumi sebagai bagian dari geopark. Ciletuh memiliki pemandangan alam yang terbilang istimewa.

Wilayahnya dikelilingi oleh perbukitan yang hijau, dan juga memiliki sembilan air terjun di antara tebing bebatuan yang salah satunya terkenal sebagai miniatur niagara. Tertarik untuk mendatanginya? (*BR)

Sumber VOA Indonesia via Nationalgeographic.co.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BR
YF
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini