GNFI- Semenjak resmi diimplementasikan pada 1 Januari 2016 ini, topik pembicaraan terkait Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi hangat dibicarakan. Penyebabnya adalah karena saat ini ASEAN berusaha untuk menjadi blok ekonomi yang kuat di dunia internasional. Hal ini didukung oleh pernyataan Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh yang mengatakan ASEAN bakal menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2030. Menurut Minh, 15 tahun setelah Masyarakat Ekonomi ASEAN mulai dijalankan pada 2015, kekuatan ekonomi ASEAN akan membesar dan berpengaruh. "Perdagangan intra-ASEAN meningkat pesat dari saat ini kurang dari 25 persen menjadi 30 persen hanya lima tahun setelah MEA diluncurkan," kata Minh seperti dikutip dari tempo.co. ASEAN-ARF-SINGAPORE Komunitas yang awalnya hanya terdiri atas lima negara ini, ucap Minh, telah tumbuh menjadi komunitas dengan total populasi 625 juta orang. Total pendapatan per kapitanya pun mencapai US$ 2,5 triliun. Kondisi ini menjadikan ASEAN saat ini sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia dan ketujuh secara global. Minh menyebut, hanya dalam waktu enam tahun setelah Community Roadmap ASEAN diterapkan pada 2008, perdagangan antarnegara ASEAN telah meningkat 33 persen dan nyaris mencapai US$ 610 miliar atau sekitar Rp 8.200 triliun. "Dari 2004-2011, volume total perdagangan ASEAN telah berlipat ganda," ujar Minh. Pertumbuhan ASEAN, tutur Minh, berdampak pada terjadinya perubahan signifikan dalam upaya pengurangan kemiskinan, peningkatan pelayanan kesehatan, perluasan akses informasi dan edukasi, persiapan menghadapi bencana, serta mempersempit kesenjangan antara negara-negara anggota. Dengan diberlakukannya MEA, Minh meyakini warga komunitas ASEAN akan mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk maju. Dia menegaskan, pembangunan ASEAN akan selalu dipusatkan pada sumber daya manusianya. "Sesuai dengan visi Post-2015, ASEAN berkomitmen membangun komunitas yang berorientasi dan berpusat pada manusia." ASEAN atau perserikatan bangsa-bangsa Asia Tenggara sendiri berdiri sejak 8 Agustus 1967 sebagai organisasi politik dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Komunitas ini pertama kali dibentuk oleh lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Sejak saat itu, negara-negara lain, yakni Brunei, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam, turut bergabung ke ASEAN. Tujuan komunitas regional ini adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi-sosial, perlindungan keamanan, serta perdamaian di antara negara-negara anggotanya. Selain memberlakukan MEA, ASEAN menjalin kerja sama perdagangan dengan Cina melalui Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN Cina (ACFTA) yang sudah berlaku pada 2010. sumber: TEMPO

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu