Lupa Sandi?

Ini dia 8 Profesi yang Bersaing Ketat dalam MEA, Seberapa Siap Kamu?

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Ini dia 8 Profesi yang Bersaing Ketat dalam MEA, Seberapa Siap Kamu?
Ini dia 8 Profesi yang Bersaing Ketat dalam MEA, Seberapa Siap Kamu?
Memasuki tahun diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), persaingan tenaga kerja semakin ketat. Sebab dengan resminya pemberlakuan MEA akan memungkinkan terbukanya arus perdagangan barang dan jasa serta peluang tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia maupun sebaliknya tenaga kerja Indonesia bekerja di berbagai negara di ASEAN. Melihat kenyataan tersebut, sumber daya manusia Indonesia mendapatkan dua tugas berat yakni pertama, membendung serbuan tenaga kerja asing, kedua, melakukan ekspansi tenaga kerja ke negara-negara tetangga. Untuk itu pemerintah telah melakukan berbagai usaha, salah satunya adalah pemberian sertifikasi bagi tenaga-tenaga ahli. Langkah ini merupakan upaya untuk menetapkan standar dan kompetensi yang diperlukan di wilayah ASEAN. Hal ini perlu dilakukan agar tenaga kerja Indonesia dapat bersaing dan dapat berperan dalam perekonomian ASEAN. pekerja asean Berikut 8 profesi yang akan bersaing dalam MEA, seperti tertuang dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA). Insinyur atau Sarjana Teknik Salah satu profesi yang akan bersaing dalam MEA adalah Sarjana Teknik. Ini berlaku untuk semua Sarjana Teknik. Beberapa diantaranya adalah dari Teknik Mesin, Geodesi, Teknik Fisika, dan Teknik Sipil. Arsitek Arsitek adalah mereka yang ahli merancang bangunan. Luasnya lahan kerja seorang arsitek, karena menyangkup banyak bidang seperti interior, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai kota dan regional, membuat profesi ini akan mengalami persaingan yang sangat ketat dalam MEA. Akuntan Akuntan adalah para tenaga kerja ahli di bidang akuntansi. Profesi ini dibedakan atas beberapa macam, yaitu akuntan publik, akuntan intern, akuntan pemerintah, hingga akuntan pendidikan. Mengingat banyaknya profesi akuntan handal yang dibutuhkan untuk akuntabilitas keuangan perusahaan di seluruh ASEAN, Sarjana Akuntansi Indonesia akan turut bersaing ketat dengan tenaga kerja asing. Dokter Gigi Profesi dokter gigi di Indonesia yang ternyata jumlahnya masih sangat minim membuat Indonesia menjadi pasar yang besar untuk profesi dokter gigi yang datang dari negara-negara ASEAN. Jumlah lulusan profesi dokter gigi sampai saat ini masih didominasi oleh universitas-universitas negeri membuat profesi dokter gigi masih menjadi salah satu profesi yang dibutuhkan saat ini. Tenaga Pariwisata Indonesia yang saat ini menjadi destinasi wisata favorit di ASEAN bahkan dunia menjadikan tenaga kerja pariwisata sangat dibutuhkan. Kemampuan berbahasa maupun keahlian untuk menguasai objek wisata adalah beberapa kualitas yang harus dimiliki tenaga kerja pariwisata. Profesi yang terkait dengan kepariwisataan tidak hanya pramuwisata, profesi-profesi terkait dari lintas industri juga turut terkait seperti pramugari, pilot, katering, hingga jasa perhotelan. Tenaga Survei Tenaga Survei yang dimaksud adalah para tenaga ahli dalam bidang survei pengukuran bumi, pengukuran tanah dan darat. Tenaga ahli ini berasal dari kampus-kampus yang mengajarkan ilmu bumi, seperti Teknik Geodesi dan Geomatika. Hingga saat ini, kebutuhan akan tenaga ahli survei ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan minyak dan pertambangan yang akan beroperasi di ASEAN. Praktisi Medis Permasalahan medis yang semakin kompleks dan pemerataan akses kesehatan yang harus terus meningkat membuat profesi praktisi medis seperti dokter menjadi sangat dibutuhkan. Namun untuk tetap dapat bersaing dari praktisi-praktisi medis dari negara lain, program sertifikasi harus terus ditingkatkan. Perawat Praktisi medis tidak akan mampu bekerja sendirian tanpa adanya perawat. Proses penanganan awal maupun pemulihan seorang pasien sangat tergantung oleh peran perawat. Sehingga tenaga perawat yang terampil dan ahli sangat diperlukan. Seperti halnya praktisi medis yang semakin banyak diperlukan, perawat Indonesia memerlukan banyak kompetensi yang telah teruji agar dapat bersaing dengan perawat dari negara-negara ASEAN lain. sumber: Liputan6

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang67%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Pencerita yang tiada habisnya. Mencari makna untuk cipta karya. Pembelajar yang kerap lapar. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata