PT DI Dipercaya Mampu Membuat Komponen Pesawat Sukhoi

PT DI Dipercaya Mampu Membuat Komponen Pesawat Sukhoi
info gambar utama

Peran Indonesia dalam industri dirgantara dunia mulai diperhitungkan. Hal ini terungkap ketika Rusia menawarkan sama dalam pembuatan komponen Sukhoi dengan perusahaan plat merah dalam industri penerbangan di Indonesia, PT Dirgantara Indonesia. Niat tersebut diungkapkan Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov.


“Kami siap berdiskusi dengan PT Dirgantara Indonesia untuk memproduksi komponen Sukhoi di sini,” kata Manturov kepada Ketua DPD RI Irman Gusman.


Menurut Manturov, Rusia berniat menggandeng industri pesawat terbang Indonesia untuk memproduksi komponen pesawat Superjet 100 (SSJ100) dan MDS-21 produksi Sukhoi yang bisa dimulai pada 2018.


Sukhoi merupakan perusahaan dirgantara Rusia yang telah dikenal selama puluhan tahun sebagai salah satu produsen pesawat militer terkemuka yang diekspor ke seluruh dunia. Namun, SSJ100 merupakan produk pertama Sukhoi di bidang pesawat sipil yang mampu bersaing dengan pesawat-pesawat terbaik di dunia. Pesawat ini mulai diproduksi pada tahun 2007. Proyek Superjet 100 didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Rusia dan dikatakan sebagai salah satu proyek nasional terpenting.


Gusman meyakini bahwa kerja sama dengan Pemerintah Rusia dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kondisi perekonomian Indonesia melalui adanya investasi di daerah.


“Kami mendorong kerja sama antara Indonesia dengan Rusia. Kerja sama ini bisa antara BUMN Indonesia dengan BUMN Rusia atau antarperusahaan swasta agar ke depannya dapat dilakukan investasi di berbagai daerah,” kata Gusman kepada Manturov.


Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad dan Sekretaris Jenderal DPD RI Sudarsono Hardjosoekarto tersebut, Gusman menyatakan bahwa DPD RI akan berperan sebagai mediator ketika terjadi hambatan dalam proses investasi ke daerah-daerah.


sumber: RBTH


Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini