Segala hal saat ini telah berorientasi internet. Hampir tidak ada gaya hidup masyrakat, umumnya perkotaan yang tidak terkait dengan internet. Termasuk dalam gaya hidup memelihara hewan. Melihat peluang bahwa dokter hewan masih memiliki celah pemasaran yang luas. Beberapa mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM) memutuskan untuk mengembangkan jasa konsultasi dokter hewan online. Inovasi teknologi ini dibuat untuk memudahkan masyarakat, terutama pemilik hewan peliharaan dalam berkonsultasi dengan para dokter hewan.


“Melalui web dokterhewanku.com ini diharapkan bisa menghubungkan dokter hewan dengan pemilik hewan tanpa batasan ruang dan waktu,” kata CEO teknologi konsultasi dokter hewan online, Muhammad Nury Nuha Naufal.


Naufal sendiri berasal dari Fakultas Kedokteran Hewan, dirinya bekerja bersama dengan dua anggota tim yakni Ibnu Mahmudin yang saat ini aktif berkuliah di Fakultas Kedokteran Hewan dan Nanang Makfi Mubarok dari Fakultas Teknik. Menurut Naufal, saat ini website dokterhewanku.com dapat diakses melalui laptop maupun ponsel pintar.  Disamping itu, semua fitur dalam website dapat diakses secara gratis oleh para pengguna.


“Saat ini terdapat lebih dari 100 pengguna Dokterhewanku.com yang merupakan pemilik hewan kesayangan,” terangnya.

Melalui website ini para pemilik hewan dapat bertanya maupun konsultasi seputar permasalahan yang tengah dihadapi. Pertanyaan-pertanyaan yang masuk akan segera dijawab oleh dokter-dokter hewan yang sedang online.


Adapun dokter hewan yang dapat memberikan konsultasi adalah mereka yang telah bekerja sama dengan dokterhewanku.com dalam layanan jasa online ini. Sejauh ini telah ada 10 dokter hewan yang turut aktif menulis maupun menjadi konsultan di website ini. Mekanisme ini dijalankan agar klien dapat mendapatkan jawaban yang terbaik dari dokter hewan yang kredibel dan berkompeten dibidangnya.



Logo dokterhewanku.com (Foto: facebook.com)

“Pertanyaan yang masuk kadang lucu-lucu. Misalnya ada seorang ibu yang bertanya, kenapa kok kucingnya sering menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri?,” ungkap Naufal yang baru dilantik sebagai dokter hewan.


Meski dijalankan secara online mereka tetap dituntut memegang etika medis. Seperti tidak menuliskan atau memberikan resep jenis obat beserta dosisnya kepada pasien atau dalam hal ini pemilik hewan. Sementara untuk kasus-kasus yang membutuhkan tindakan medis, pihaknya langsung memberikan rujukan ke klinik hewan terdekat.


Artikel-artikel seputar kesehatan hewan juga menjadi salah satu konten andalan dokterhewanku.com. Selain bermanfaat untuk menarik perhatian pengguna untuk datang ke situs, artikel tersebut juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat umum.


“Hal ini sebagai salah satu upaya mengedukasi pemilik hewan kesayangan terkait cara merawat hewan yang baik dan benar. Jadi besok dokter hewan senjatanya enggak hanya jarum suntik, tapi juga dengan ujung pena ,” kata Ibnu menambahkan.


Saat ini ketiga mahasiswa UGM itu terus berupaya mengembangkan layanan konsultasi dokter hewan online dengan menambahkan fitur baru.


sumber: Republika


Ada 2 komentar

Ayo ikutan juga