Inilah Desainer di Balik Karya 'Jaket Mi Ayam dan Pete' Joe Jonas

Inilah Desainer di Balik Karya 'Jaket Mi Ayam dan Pete' Joe Jonas

Inilah Desainer di Balik Karya 'Jaket Mi Ayam dan Pete' Joe Jonas

Sherly Hartono, seorang desainer muda Indonesia ramai diperbincangkan beberapa waktu belakangan ini. Baru-baru ini, tersebar foto Joe Jonas, seorang aktor dan penyanyi ternama Amerika, yang mengenakan jaket bergambar mie ayam, petai, dan uang Rp.50000. Banyak yang mengira bahwa foto tersebut adalah hasil editan atau palsu. Bahkan jaket yang dikenakan Joe Jonas itu, disebut-sebut merupakan rancangan Kenzo. Setelah ditelusuri, jaket ini merupakan hasil rancangan desainer Indonesia, bernama Sherly Hartono.

Sherly Hartono memulai kiprahnya di dunia mode pada usia 12 tahun. Ia pun kemudian meninggalkan Indonesia untuk mempelajarifashion design di Central Saint Martins, London. Dua tahun yang lalu, pada tahun 2014, Sherly kembali ke Indonesia untuk mempelajari budaya Indonesia, sebelum akhirnya ia merilis label busana, khususnya busana pria.


Joe Jonas tampil ke beberapa acara memakai jaket dengan desain gambar mie ayam hingga petai. (foto: justjared)

Seperti dilansir dari openingceremony.us,   Sherly mengatakan, "Orang Indonesia suka makan langsung dengan tangan mereka dari piring yang berisi makanan yang dicampur-campur, dan meletakkan kaki mereka di atas bangku. Mereka tidak ada masalah dengan resiko kotor atau berkeringat karena berada di jalanan."

Koleksi busana pria Sherly pada tahun 2014 benar-benar berbeda dengan berbagai jenis koleksi yang pernah ada saat ini. Label yang diberi nama 'Hartono' ini secara tegas mendeskripsikan nilai estetika dari koleksinya sebagai "slouchy elegance" (jorok yang anggun) dan membuktikan bahwa koleksi ini benar-benar merupakan contoh dari transisi siang ke malam hari.

Karir Sherly diawali karena ketertarikannya pada cara berpakaian 'abang-abang', sehingga titik fokus pada gaya pakaian Sherly adalah kemeja dengan ukuran yang terlalu besar, celana wol yang terlalu longgar, dan turtleneck sporty. Inspirasi terbesarnya adalah warung dan angkutan umum. Sherly terlihat gemar bermain dalam siluet gaya tahun 90an pada setiap rancangannya.


Kiprah Sherly Hartono, Pembuat 'Jaket Mie Ayam'. Sumber : openingceremony.us.

"Pekerjaan mereka mengharuskan mereka untuk tinggal di luar rumah hampir sepanjang waktu, sehingga mereka cenderung untuk berpakaian yang membuat mereka nyaman dan praktis. Mereka suka memakai pakaian yang mudah dipakai, kasual, dan dengan ukuran yang kebesaran pada siang hari. Mereka akan menggunakan atasan ketat, kemudian blazer ketika mereka akan pergi ke luar untuk bertemu teman mereka. Dan karena mereka hidup jauh dari fashion-lah, yang membuat gaya mereka menjadi menarik menurut saya," jelas Sherly Hartono.

Liputan6.com

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau30%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kolaborasi Polri dan Start Up Indonesia Cegah Terorisme Sebelummnya

Kolaborasi Polri dan Start Up Indonesia Cegah Terorisme

Ekositisme Curug di Sukabumi (Bagian 1) Selanjutnya

Ekositisme Curug di Sukabumi (Bagian 1)

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.