Belum lama ini aksi terorisme menghebohkan negeri. Sebuah serangan tak bertanggung jawab menewaskan tujuh orang dan puluhan orang lainnya luka-luka.

Publik Indonesia pun dibuat kagum dengan kinerja Kepolisian Republik Indonesia yang tak butuh waktu lama dapat meredam aksi tersebut.

Untuk terus berjuang melawan aksi terorisme, kini Kepolisian Indonesia menggandeng seorang pengembang aplikasi, Adjie Pratama, meluncurkan aplikasi bernama “Stop Terorisme”. Aplikasi ini bertujuan untuk melibatkan masyarakat secara langsung terkait terorisme di lingkungan mereka. Masyarakat dapat melaporkan hal – hal mencurigakan hingga berdiskusi tentang terorisme di aplikasi yang dapat diunduh di Play Store dan Amazone Store tersebut.

"Dengan aplikasi ini, pengguna bisa melapor langsung bila ada tindak terorisme atau kalau mencurigai pelaku teroris di lingkungan mereka," kata Adjie, di Jakarta, Rabu (27/01).

Ia menjelaskan, dalam aplikasi tersebut tersedia lima fungsi utama.

Pertama, fungsi pengaduan warga. Dalam membuat laporan, masyarakat harus mengisi lembar pengaduan warga yang terdiri dari beberapa pertanyaan yang harus dijawab. "Warga juga wajib memasukkan nomor SIM atau KTP dan nomor telepon selular," katanya.

Laporan tersebut langsung terhubung dengan Humas Kepolisian Indonesia untuk selanjutnya dipilah berdasarkan tempat kejadian yang dilaporkan. Selain itu di aplikasi tersebut tersedia nomor darurat yang bisa dihubungi warga sewaktu-waktu dalam keadaan darurat. Pengguna juga bisa menggunakan Twitter melalui aplikasi Stop Terorisme tersebut, karena aplikasi tersebut terhubung langsung dengan Twitter.

Fungsi selanjutnya, pengguna bisa melihat berita-berita terkini seputar terorisme. Dalam aplikasi tersebut juga ada forum online sebagai wadah diskusi para pengguna aplikasi dengan aparat berwenang. Menurut Adjie, aplikasi ini merupakan aplikasi yang mudah digunakan dan berukuran kecil sehingga tidak membebani kapasitas sistem pengguna ponsel pintar.

Untuk saat ini aplikasi Stop Terorisme diperuntukkan bagi pengguna Android serta Blackberry 10. 


Sumber: Antara

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu