Legenda Hidup yang Tak Henti Menuai Prestasi

Legenda Hidup yang Tak Henti Menuai Prestasi

Legenda Hidup yang Tak Henti Menuai Prestasi

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

“Saya mau keroncong hidup terus sampai saya mati. Saya mati, tapi keroncong harus hidup”, begitu tegas Waljinah (70), penyanyi keroncong legendaris Indonesia. Ia yang pada Kamis, 28 januari 2016 lalu mendapatkan penghargaan dari Kompas TV, sebagai salah satu Tokoh Inspiratif bangsa.

Tentunya, Waljinah meraih penghargaan tersebut tidak dengan perjuangan yang mudah. Ia mendedikasikan penuh hidupnya untuk eksistensi sebuah seni, terutama lagu-lagu keroncong dan lenggam jawa.

Meski sebagian lagunya menggunakan bahasa jawa, waljinah mampu merobohkan sekat-sekat perbedaan antar bahasa di Indonesia. Tembang-tembang jawanya, mampu menjadi jamuan nikmat untuk para pecinta keroncong. Bahkan ia tak jarang, diundang untuk mengisi acara di berbagai belahan dunia, seperti Malaysia, Singapura, Belanda, Jepang, Seandia Baru, Yunani, dll.

( Sang Legenda. Foto : Nusantarama.blogspot.com )

Tak hanya penghargaan dari Kompas TV yang pernah ia sandang, pada tahun 2013 lalu ia juga mendapatkan penghargaan AMI Awards di studio 8 RCTI. Bahkan lebih menariknya, sebelumnya ia sudah dinobatkan sebagai Ibu Keroncong Indonesia oleh seniman negeri.

Namun, meski karirnya terus melejit. Tak sebanding lurus dengan kesehatannya.  Ia sering keluar masuk rumah sakit dan terhambat untuk memenuhi undangan bernyanyi. Ia merindukan minat pemuda untuk melanjutkan perjuangannya menghidupkan keroncong di Indonesia.

“Terima kasih, Ibu Waljinah. Melalui lagu-lagu Ibu, kami terus belajar untuk tak pernah berhenti mencintai negeri ini. dengan konsistensi dan penuh cinta, Ibu waljinah telah menggemakan suara Indonesia”- Presiden ke-7 Republik Indonesia. 

Sumber : Kompas

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Keren, Pedagang Pasar Tradisional di Indonesia Akan Gunakan Aplikasi Online Sebelummnya

Keren, Pedagang Pasar Tradisional di Indonesia Akan Gunakan Aplikasi Online

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

Alfi Rohma
@alfi_rohmatul_hidayah

Alfi Rohma

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.