“Saya mau keroncong hidup terus sampai saya mati. Saya mati, tapi keroncong harus hidup”, begitu tegas Waljinah (70), penyanyi keroncong legendaris Indonesia. Ia yang pada Kamis, 28 januari 2016 lalu mendapatkan penghargaan dari Kompas TV, sebagai salah satu Tokoh Inspiratif bangsa.

Tentunya, Waljinah meraih penghargaan tersebut tidak dengan perjuangan yang mudah. Ia mendedikasikan penuh hidupnya untuk eksistensi sebuah seni, terutama lagu-lagu keroncong dan lenggam jawa.

Meski sebagian lagunya menggunakan bahasa jawa, waljinah mampu merobohkan sekat-sekat perbedaan antar bahasa di Indonesia. Tembang-tembang jawanya, mampu menjadi jamuan nikmat untuk para pecinta keroncong. Bahkan ia tak jarang, diundang untuk mengisi acara di berbagai belahan dunia, seperti Malaysia, Singapura, Belanda, Jepang, Seandia Baru, Yunani, dll.

( Sang Legenda. Foto : Nusantarama.blogspot.com )

Tak hanya penghargaan dari Kompas TV yang pernah ia sandang, pada tahun 2013 lalu ia juga mendapatkan penghargaan AMI Awards di studio 8 RCTI. Bahkan lebih menariknya, sebelumnya ia sudah dinobatkan sebagai Ibu Keroncong Indonesia oleh seniman negeri.

Namun, meski karirnya terus melejit. Tak sebanding lurus dengan kesehatannya.  Ia sering keluar masuk rumah sakit dan terhambat untuk memenuhi undangan bernyanyi. Ia merindukan minat pemuda untuk melanjutkan perjuangannya menghidupkan keroncong di Indonesia.

“Terima kasih, Ibu Waljinah. Melalui lagu-lagu Ibu, kami terus belajar untuk tak pernah berhenti mencintai negeri ini. dengan konsistensi dan penuh cinta, Ibu waljinah telah menggemakan suara Indonesia”- Presiden ke-7 Republik Indonesia. 

Sumber : Kompas

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu