Industri pertahanan dalam negeri memang tak dapat lagi dipandang sebelah mata. Sejak 10 tahun terakhir, produk-produk pertahanan buatan Indonesia makin sering kita lihat, atau dengar, bahkan mulai dilirik dan dibeli oleh negara lain. Sebuah pencapaian yang tidak mudah, proses panjang, dan perlu terus dipertahankan momentum ini.

Satu lagi kapal buatan Indonesia yang kini banyak diperbincangkan. Yakni KRI Teluk Bintuni, kapal Landing Shift Tank (LST) canggih yang mampu mengangkut Main Battle Tank TNI AD, yakni Leopard.  

Adalah KRI Teluk Bintuni-520  dengan bobot 2.300 ton dan panjang 120 meter, dibuat oleh galangan PT Daya Radar Utama (DRU) yang berlokasi di Lampung Selatan (!). KRI Teluk Bintuni 520 punya lebar 18 meter, serta tinggi 11 meter. KRI Teluk Bintuni dirancang sesuai tugas yang diembannya, yaitu mampu membawa 10 unit main battle tank (MBT) Leopard milik TNI Angkatan Darat yang berbobot mencapai 62,5 ton, 476 kru, dan 1 unit helikopter. Kapal ini diresmikan pada bulan September 2014, .  Proses penyelesaiannya melibatkan anak bangsa lulusan Institut Teknologi Surabaya (ITS). 

KRI Teluk Bintuni , Sumber Gambar : Detik.com

Kapal LST itu terbuat dari baja khusus pada bagian hulu atau lambungnya. Baja khusus tersebut diperoleh dari PT Krakatau Steel.  Kapal dengan draft 3 meter tersebut memiliki ketahanan di laut (endurance) 20 hari. Kapal didesain untuk mampu mendarat di pantai.

KRI Teluk Bintuni 520, Sumber Gambar: detik.com

Rencananya KRI Teluk Bintuni akan diproyeksikan untuk memperkuat jajaran Komando Lintas Laut Militer TNI AL (Kolinlamil) dan akan segera beroperasi. 

(dari berbagai sumber)

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu