Makanan tradisional saat ini dikenal sebagai sesuatu yang kurang populer dikalangan generasi muda. Selain dianggap ketinggalan jaman, penampilannya juga terlihat kurang menarik meskipun rasanya relatif masih lebih enak dari pada cemilan modern. Namun bagaimana bila jajan dan cemilan tradisional tersebut dikemas dan dikenalkan dengan cara yang lebih kreatif dan baik secara visual seperti gambar dibawah ini? Rasanya kita akan kembali terkenang terhadap lezatnya cemilan tradisional tersebut. 


Onde-onde, Wenart Gunadi (Gambar: Kingdom of Jemil / Facebook.com)

Melihat ilustrasi-ilustrasi menarik tersebut, tentu saja kita akan bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya seniman yang berinisiatif untuk melestarikan makanan tradisional tersebut secara lebih imut dan relevan dengan kultur anak muda. Siapakah dia? Seniman itu bernama Wenart Gunadi, seorang lulusan Desain Komunikasi Visual yang berasal dari Surabaya. 


Sebagaimana hasil wawancara yang dlikakukan oleh DesainDigital, Wen, begitu dirinya sering disapa mengaku bahwa dirinya memulai berkarir di dunia Ilustrasi hanya berangkat dari hobi. Meskipun dahulu saat dirinya masih kuliah, Wen juga banyak mengerjakan desain-desain untuk iklan. Namun desain iklan dianggap Wen terlalu rumit sehingga dirinya memutuskan untuk menekuni ilustrasi, "lebih simpel dan lebih enjoy," ujar Wen.


Sejak lulus dari Universitas Kristen Petra (UK Petra) tahun 2006 akhirnya Wen lebih banyak mengerjakan ilustrasi untuk berbagai macam karakter. Termasuk karakter-karakter cemilan imut yang diatas. 


Wenart Gunadi (Foto: widhiamurti.wordpress.com)

Wen yang memiliki kebiasaan mencari inspirasi di kamar mandi itu mengaku, bahwa berkarir dibidang kreatif memang memiliki tantangan tersendiri. Terlebih dririnya berasal dari keluarga yang bukan berdarah seniman. Kedua orang tuanya adalah pebisnis yang awalnya tidak terlalu mendukung profesi yang banyak berkutat dengan sketsa dan konsep ini.


Namun kesenangan untuk terus berkarya terus mendorong Wen untuk terus berkarir. Wen pun pada Mei tahun 2007 mulai mendirikan sebuah studio produksi game yang bernama SmallFarm juga berada di Surabaya untuk menyalurkan kemampuan desainnya tersebut. Namun saat ini dirinya lebih banyak mengerjakan projek secara lepas. 


Terkait dengan karya ilustrasi cemilan yang bernama Jemil (Jajan dan Cemilan) tersebut, Wen menjelaskan bahwa ilustrasi tersebut dibuat untuk sebuah game berbasis Android yang diciptakannya sejak Agustus tahun lalu. Game bernama Jemil Kingdom tersebut memiliki konsep sebagai permainan ketangkasan yang mengajak para pemain untuk memasangkan jajanan-jajanan pasar hingga mencapai nilai tertentu. Selama permainan karakter-karakter lucu juga akan menemani pemain. Tingkat kesulitannya pun akan terus meningkat sampai pada level 50. Permainan tersebut berusaha untuk melestarikan kekayaan kuliner cemilan yang dimiliki oleh Indonesia. 

Permainan Jemil Kingdom (Gambar: Jemil Kingdom / Play Store)
Meski Wen mengaku bahwa projek Jemil adalah hasil iseng-iseng, ternyata banyak orang yang menyenangi hasil karyanya tersebut. Jumlah likes pada laman sosial media Jemil Kingdom sampai saat ini bahkan sudah mencapai 8 ribu lebih likes. Berangkat dari permainan, ratusan karakter Jemil itu pun merambah ke produk lainnya seperti kaos.

Klepon, karakter pertama yang dibuat oleh Wenart Gunadi untuk Jemil Kingdom (Gambar: Kingdom of Jemil / Facebook.com)

Wenart berharap melalui ilustrasinya, jajanan dan cemilan khas Indonesia dapat lestari. 

"Saat ini sudah sulit untuk menemukan jajan dan cemilan pasar, ide ini adalah bentuk ekspresi kangen." ujar Wenart saat diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi awal Februari lalu.

Sumber :  DesainDigital, KompasTv
Sumber Gambar : Kingdom of Jemil / Facebook.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu