Lupa Sandi?

Lagu Legendaris Negeri Kamboja Tentang Sumatera

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Lagu Legendaris Negeri Kamboja Tentang Sumatera

Mungkin bagi kebanyakan orang Indonesia, negara Kamboja bukanlah sebuah negara yang populer. Negara ini kalah populer dengan negara-negara Asean yang lain seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand, bahkan mungkin Vietnam, tetangga dekat Kamboja. Memang tak terlalu banyak yang menonjol dari Kamboja, kecuali mungkin tentang sejarah kelam negara tersebut saat rejim Khmer Merah berkuasa, dan meruntuhkan bangsa Kamboja di berbagai sendi.

Lukisan tentang kehidupan masyarakat pedesaan Kamboja | foto: esienreisender.de

Baca Juga

Tak banyak orang Indonesia yang tahu, rakyat Kamboja punya sejarah khusus dengan Indonesia, terutama mereka para generasi-generasi yang sudah senior. Pada tahun 50-an, seorang musisi dan penyanyi legendaris negara tersebut, bernama Sinn Sisamuth berduet dengan Sos Sereysothea menciptakan sebuah lagi yang menjadi salah satu lagu paling sering diremake dan diputar di negara tersebut. Judulnya, "Kolab Indonesie" yang berarti bunga Indonesia. Lagu tersebut menceritakan tentang perjalanan seorang laki-laki (bisa jadi pengalaman pribadi Sinn Sisamuth sendiri) ke pulau Sumatera yang digambarkan sebagai pulau yang sangat indah. Di sana, sang laki-laki bertemu dengan gadis Sumatera yang cantik jelita, dan mereka saling jatuh hati. Apalah daya...jarak kemudian memisahkannya.

Sang penyanyi dan pasangan duetnya | foto : khmeroldsongs.com

Lagu evergreen ini telah diremake berkali-kali oleh berbagai artis Kamboja berbagai generasi, dan menjadi salah satu lagu yang tak pernah lekang oleh waktu. Sinn Sisamuth sendiri dinyatakan terbunuh saat terjadinya genoside oleh rejim Khmer Merah pada 1975-1979.

Inilah video lagu tersebut: 

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas