Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Setiap Usai Panen, Daerah Ini Menggelar Adu Betis

Asrari Puadi
Asrari Puadi
0 Komentar
Setiap Usai Panen, Daerah Ini Menggelar Adu Betis
Setiap Usai Panen, Daerah Ini Menggelar Adu Betis

Ada yang unik dari tradisi masyarakat Dusun Paroto, Desa Samaelo, Barebbo, Bone, Sulawesi Selatan. Mereka selalu menggelar tradisi adu betis setiap usai memanen padi.


Meski terkesen anarkis, permainan rakyat yang dinamakan Mallanca ini sangat diminati oleh warga. Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu, permainan rakyat ini sudah berlangsung secara turun temurun dan digelar setiap usai panen, hal ini dilakukan untuk memupuk silaturahmi dan ungkapan rasa syukur terhadap hasil panen.


Baca Juga

Sebelum permainan rakyat ini dimulai, kaum ibu di desa tersebut terlebih dahulu menyajikan makanan yang dibawa dari rumah untuk disantap bersama. Baik untuk peserta Mallannca, maupun penonton yang datang dari desa tetangga.

 

Dalam tradisi tersebut satu persatu peserta atau para jawara kampung memperagakan kekuatan betisnya. Dalam permainan ini tak jarang para peserta mengalami kesakitan, bahkan keseleo akibat hantaman kekuatan kaki lawan.

 

Namun demikian, rasa persaudaraan tetap tercipta, walau rasa sakit dirasakan saat betis-betis mereka saling beradu hingga terlihat diantara mereka meringis kesakitan.

 

Selain itu, acara yang dihadiri ratusan warga tersebut juga merupakan ajang silaturahmi bagi warga kampung untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus untuk menghindari permusuhan.

 

Permainan ini sangat disenangi bukan hanya kaum tua, permainan ini juga menarik perhatian anak-anak maupun kaum hawa.

 

Bahkan aparat kepolisian yang sedang bertugas juga terlihat ikut dalam permainan ini dan berbaur dengan warga.

 

Aturan permainan tersebut adalah dalam sekali putaran diikuti empat orang yang masing-masing dua lawan dua. Dua orang yang memasang kaki dan dua orang lainnya yang melakukan sepakan. Sepakan pada betis ini dilakukan hingga tiga kali secara bergantian.

 

Salah seorang peserta yang datang dari desa tetangga, Sul, mengaku sering mengikuti acara Mallanca ini walau terkadang kakinya kesakitan. Meski sakit, dia tidak pernah merasa dendam terhadap lawan. Bahkan dia merasa ketagihan dan tidak jera untuk ikut beradu otot, setiap kali acara Mallanca digelar.


Bagaimana, siap untuk adu betis juga ?


Sumber : Okezone

Foto : washingtonpost.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ASRARI PUADI

Pejalan Kemana Saja. Mamut Menteng Ureh Utusku. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas