Lupa Sandi?

'Man Of Steel' Indonesia Yang Mendunia

Irman Fatoni
Irman Fatoni
0 Komentar
'Man Of Steel' Indonesia Yang Mendunia

Mungkin tidak ada yang menyangka jika pria lanjut usia ini memiliki bakat seni yang luar biasa. Adalah Ono Sumarsono alias cak Ono, pria yang sudah berusia 68 tahun ini mampu mengubah barang-barang besi atau logam rongsokan menjadi karya yang mengagumkan dan bernilai seni tinggi. Spesialisasinya membuat patung dari logam rongsokan ini membuat dirinya dijuluki 'Man of Steel' oleh para seniman patung. Ono sudah menghasilkan sejumlah karya patung besi rongsokan. 30 patung karyanya pernah dipamerkan Lembaga Indonesia-Amerika di Surabaya.

Karya seni Ono juga tersebar di beberapa tempat di Taman Ismail Marjuki, Jakarta, dan di kota Wisata Batu.
Tidak hanya di dalam negeri, karya Cak Ono bahkan telah menjelajah negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Beberapa di antaranya karyanya telah berada di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Inggris, Belgia, Jerman, dan Afrika Selatan. ”Sudah sekitar 25 negara, itu dimiliki oleh kolektor, instansi, dan juga pengusaha,” ungkap dia.

Ono juga pernah diundang oleh dua seniman asal Australia Andrew Graham dan Gina Anderson setelah mereka terkesima dengan karya Ono dengan patung kura-kura raksasanya. Di  Australia Ono membuat patung burung khas negeri kanguru yakni burung emu. Karyanya itu dikerjakan langsung di negeri berpenduduk asli Aborigin pada 15 Juni lalu. ”Saya diundang oleh seniman patung dari Australia di sana saya tinggal selama dua minggu,” lanjutnya.

Ada enam patung yang dibuatnya di sana yaitu lima ukuran kecil dan satu patung ukuran besar. Yang besar adalah burung emu. Dalam berkarya, dia tidak langsung serta merta merangkai potongan besi. Namun, terlebih dahulu dia melakukan observasi terhadap objek yang akan dibuat patung. ”Saya amati dan saya foto. Kemudian baru saya buat sketsa di kertas,” tambah kakek yang berpenampilan nyentrik itu.

Proses pembuatan itu dilakukan untuk mengetahui keseimbangan karya, perspektif, titik nol, diagonal, dan vertikal karya. Sehingga karya yang dibuatnya dari barang rongsokan itu bisa mirip dengan bentuk aslinya.

Patung burung emu dibuatnya dari berbagai besi rongsokan. Mulai dari onderdil mobil, kereta api, dan juga onderil sepeda motor. Karena berat, untuk menyambungkan kepala dengan badannya, dibutuhkan alat berat untuk mengatrolnya. ”Untungnya di sana ada banyak besi yang bagus dan alat yang memadai, sehingga pembuatan patung bisa cepat,” jelas dia.

Awal mula

Keahliannya dalam mematung didapatnya sejak dia kecil. Dia belajar sendiri alias otodidak. Lahir di dekat Pasar Comboran (Pasar Loak) di Kota Malang, membuat dia akrab dengan barang rongsokan. Karena itu dia sangat tertarik untuk berkreativitas dengan barang-barang rongsokan. ”Sejak SD saya sudah membuat patung. Awalnya membuat patung dari tanah liat,” kata dia.

Namun, membuat patung dari tanah liat segera ditinggalkannya. Itu karena lingkungannya di Pasar Comboran memaksa dirinya setiap hari melihat barang bekas. Di lingkungan kecilnya juga, saban hari dia melihat kerja pande besi. Dari sanalah dia akhirnya belajar mengenai pembentukan besi.
Beranjak remaja hingga dewasa Ono mulai belajar mengelas.Hingga pada tahun 1975, setelah menguasai teknik pembetukan besi dan mengelas, Ono mulai membuat karya seni patung besi. ”Ini seni kontemporer, kalau saya lebih beraliran abstrak,” sambung dia.

Sebagai pematung, Ono mengaku banyak belajar dari membaca buku dan dari kolektor seni serta budayawan asal Belanda yang tinggal di Kota Malang, yakni Dr. van Hay Kop Ten Ham."Ten Ham banyak membantu saya dan teman-teman. Selain membeli karya-karya abstrak saya, dia juga banyak mengenalkan saya dengan tokoh-tokoh seni rupa, misalnya dengan C.J. Ali, Dos Laksono, Karyono, Supono, Yoshinogi dan Ipe Makruf," tutur Ono seraya membetulkan kacamata minusnya.

Sebagai seniman, dalam berkarya dia tidak pernah membuat patokan harga. Dengan dihargai orang, dia pun sudah sangat senang. ”Seni itu ya untuk seni. Seni sudah untung jika dihargai oleh orang, bukan uang,” pungkas Cak Ono.

Kini Ono Gaf, begitu seniman luar menjulukinya, mendapatkan berbagai tawaran dari seniman dunia untuk membuat patung di berbagai negara. Sudah ada tiga negara yang memintanya untuk membuat patung besi, yakni Chili, China, dan Amerika Serikat.






Sumber : detik.com, kabarmalang.co.id
Sumber Gambar :google

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang6%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi12%
Pilih TerpukauTerpukau9%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG IRMAN FATONI

Talk is evanescent, Writing leaves footprints. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie