Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) AS-ASEAN yang digelar kali ini merupakan KTT tahunan yang keempat sejak 2013. KTT AS-ASEAN pertama kali berlangsung di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada 9 Oktober 2013, kedua di Naypyitaw, Myanmar pada 13 November 2014, dan ketiga di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 November 2015.


Salah satu hasil dari KTT AS-ASEAN sebelumnya di Kuala Lumpur itu adalah pernyataan bersama meluncurkan kemitraan strategis antara AS dan ASEAN (The ASEAN-US Strategic Partnership) dalam berbagai bidang politik, keamanan, dan ekonomi.


Kerja sama kelembagaan antara AS dan ASEAN terbentuk pada 2009, meskipun kerja sama dialogis antara pemerintah AS dan ASEAN telah berlangsung sejak 1977 dalam membangun stabilitas, kesejahteraan, dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.


Pimpin Sidang

Di kawasan ASEAN, Indonesia dinilai telah melakukan upaya-upaya pemberantasan terorisme dan ekstremisme dengan baik.


Hal ini salah satunya dibuktikan dengan apresiasi dari masyarakat dunia bagi Indonesia terhadap sikap cepat tanggap para aparat keamanan Indonesia dalam menangkap teroris pada kejadian bom di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari lalu. 


Sesaat sebelum terbang dengan pesawat kepresidenan dari Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Minggu (14/2), Presiden Joko Widodo menyempatkan diri memberikan keterangan pers.


Presiden Jokowi menyatakan kehadirannya pada KTT AS-ASEAN kali ini dimanfaatkan untuk membahas masalah keamanan kawasan.

 

Presiden Jokowi bersama Barack Obama| foto: cdn.tmpo.co 


"Saya akan bertukar pikiran dengan pemimpin AS dan ASEAN mengenai keamanan kawasan," kata Jokowi. 


Presiden Jokowi bahkan secara khusus pada (17/2) dijadwalkan akan memimpin sidang yang membahas upaya deradikalisme dan penanggulangan terorisme.


"Ini akan saya manfaatkan untuk menyampaikan upaya mencegah radikalisme dan terorisme. Kita angkat perlunya keterlibatan masyarakat, termasuk penggunaan media sosial," kata Presiden.


Selain menghadiri KTT AS-ASEAN, Presiden Jokowi menyebutkan juga akan bertemu dengan US Business Council pada (17/2). Dijadwalkan pula pertemuan dengan diaspora Indonesia di AS.


Presiden menyebutkan bagi Indonesia, kemitraan Indonesia dengan AS harus diletakkan untuk menciptakan kesejahteraan dan perdamaian.


"Kita juga mendorong kerja sama bidang ekonomi, khususnya UKM, promosi kewirausahaan dan inovasi ekonomi digital," katanya. 


Source : Antara

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu