Lupa Sandi?

Tari Saman meriahkan Akhir Tahun 2015 di Hebei, China

Olivia Wit
Olivia Wit
0 Komentar
Tari Saman meriahkan Akhir Tahun 2015 di Hebei, China

Akhir tahun selalu menjadi moment yang ditunggu-tunggu, puncak dari satu tahu perjalanan kita, lika-liku hidup, suka duka dan pasang surut kehidupan :)

Tentunya setiap orang sudah melakukan persiapan dari jauh-jauh hari. Ada yang merencanakan pergi ke luar kota, luar negri, sekedar kumpul bersama keluarga, meet up dengan teman lama. Bagi yang berencana merayakan di rumah pun tidak akan melewatkan moment penting ini, puluhan kotak kembang api pun siap untuk diluncurkan di malam pergantian tahun. 

Hal ini sedikit berbeda dengan keadaan mahasiswa di luar negri. Jauh dari keluarga dan teman/sahabat-sahabat, membuat rasa khawatir harus seperti apa melewati tahun baru kali ini. 

Beruntungnya, bagi kami mahasiswa Internasional Hebei Normal University, Shijiazhuang, China punya cara tersendiri melewati malam pergantian tahun. 

Dari sekolah mengadakan pesta tahun baru untuk seluruh mahasiswa Internasional. Acara ini secara tidak langsung bertema : "dari, oleh dan untuk kami seluruh mahasiswa asing."

Acara yang cukup sederhana kelihatannya, tetapi memberi arti yang spesial dan berarti untuk kami sebagai orang yang berada di negeri orang. 

Sekitar tiga minggu sebelum hari-H, ada pengumuman resmi dari sekolah tetntang acara ini, diminta keterlibatan seluruh mahasiswa untuk menampilkan kekhasan budaya (lagu, tarian, musik, drama atau penampilan khas daerah) yang dimiliki negara masing-masing. Tentunya ini kesempatan yang baik untuk membawa nama Indonesia disana. 

Kami mahasiswa asing dari berbagai negara seperti Indonesia, Korea, Nigeria, Italia, Spanyol, India, Brazil, Arab, dan masih banyak lain tinggal dalam satu atap asrama 12 lantai. Tidak sabar rasanya, melihat bendera merah putih berkibar disaksikan puluhan pasang mata dari warga negara lain. Juga tidak sabar melihat kebudayaan negara lain.

Dua minggu sebelum 31 Desember 2015 datang, kami 11 mahasiswa Indonesia (Novi, Levina, Ruth, Mudita, Dewi, Sherly, Olivia, Selfy, Velerie, Inda, Thea) memulai latihan Tari Saman, tarian khas yang tentu sudah tidak asing bagi WNI. Kami juga dibantu oleh pasukan pengibar bendera kebangsaan Indonesia dan China (Kelvin, Imanuel, Sebastian) latihan setiap malam hari. Tahap demi tahap, satu per satu bagian, hingga tahap pengulangan agar semakin "dekat" dengan lagu kami. 

Penampilan satu per satu dimulai, dan akhirnya tiba giliran kami. Hasil latihan selama kurang lebih dua minggu lamanya, tarian yang cukup sederhana mungkin jika dibandingkan penampilan Saman di universitas atau negara lain, tapi sungguh membanggakan bagi kami. 

Belum banyak orang tau tentang Shijiazhuang, kota kecil dekat Beijing tempat kami menimba ilmu. Tidak banyak masyarakat Indonesia yang memilih HNU sebagai tempat belajar, tetapi minimal mahasiswa, guru dan pimpinan sekolah tahu bahwa mahasiswa asal Indonesia ini juga ingin ikut berpartisipasi dan membawa nama negaranya. 

Dan.. inilah kami! Tari Saman versi sederhana dari kami untuk Indonesia. Semoga berkenan, teruslah berkarya teman-teman sebangsa :)

Para Penari Saman, Sumber : Mudita

Sumber : Olivia Witrahno

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG OLIVIA WIT

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie