Lupa Sandi?

Kampus-kampus Terbaik Indonesia, Takkan Lagi Hanya di Jawa

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Kampus-kampus Terbaik Indonesia, Takkan Lagi Hanya di Jawa

Perlu kita akui, bahwa kampus-kampus terbaik di Indonesia saat ini 'masih' berada di Pulau Jawa. GNFI pernah merilis daftar "50 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia" beberapa waktu lalu, dan di 20 besar, didominasi oleh kampus-kampus di Jawa. Hanya ada 3 di Sumatera, dan 1 di Bali, itupun tak masuk 10 besar. 

1. Institut Teknologi Bandung

2  Universitas Gadjah Mada

3  Universitas Indonesia

Baca Juga

4  Universitas Sebelas Maret

5  Universitas Padjadjaran

6  Universitas Pendidikan Indonesia

7  Universitas Diponegoro

8  Universitas Negeri Yogyakarta

9  Universitas Brawijaya

10  Universitas Airlangga

11  Universitas Gunadarma

12  Institut Pertanian Bogor

13  Universitas Mercu Buana

14  Universitas Bina Nusantara

15  Universitas Sumatera Utara

16  Universitas Udayana

17  Universitas Riau

18  Universitas Lampung

19  Institut Teknologi Sepuluh Nopember

20  Universitas Negeri Semarang

Kita sering membayangkan, bagaimana agar kampus-kampus terbaik di Indonesia ini bisa tersebar merata di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Lampung, Pontianak hingga Balikpapan, Makassar hingga Manado, Ternate hingga Morotai, Mataram hingga Kupang, dan dari Sorong hingga Merauke. 

Mahasiswa di seluruh Indonesia akan bisa menggali ilmu seperti saudara-saudara mereka di Jawa
Mahasiswa di seluruh Indonesia akan bisa menggali ilmu seperti saudara-saudara mereka di Jawa

 

Tidak akan mudah membangun kampus-kampus baru, mendidik pengajar-pengajar berstandar tinggi, dan ditempatkan di wilayah-wilayah di seluruh Indonesia. Selain mungkin akan memakan waktu lama, sementara kita tak bisa lagi menunggu dan tertinggal dibanding negara lain, cara ini tentu akan memakan biaya besar, dan rentan tidak sustain, terutama menyangkut operasional jangka panjangnya.

Jaringan Backbone fiber optik Indonesia. 81.831 km!
Jaringan Backbone fiber optik Indonesia. 81.831 km!

 

Sekedar ide, mungkin inilah jawaban dari persoalan-persoalan tersebut. Tahun 2016 ini, dunia telekomunikasi Indonesia akan mencetak sejarah, yakni terbangunnya jaringan backbone fiber optik dari Sabang-Merauke sepanjang 81.831 km! Dua kali panjang keliling bumi! Dalam Broadband Plan Indonesia (BPI) ada 71% wilayah perkotaan yang mendapat layanan internet supercepat, dengan kecepatan 20 Mbps. Untuk wilayah pedesaan,  49% rumah tangga di pedesaan menikmati layanan broadband dengan kecepatan 10 Mbps. 

Bayangkan seperti ini. 

Kelas-kelas di ITB, UI, UNAIR, UGM, atau kampus-kampus terbaik lain, akan terhubung dengan sistem real-time video. Di sisi lain, para mahasiswa di mana pun, bisa berkumpul di ruangan-ruangan yang yang dilengkapi sistem yang sama, bisa saja difasilitasi pemerintah, kampus lokal, atau pihak swasta. Kedua pihak, pengajar dan mahasiswa,  sudah terhubung dengan internet kecepatan tinggi. Saat para pengajar mengajar di Jakarta, Bandung, jogja atau Surabaya, ilmunya tak hanya bisa 'dinikmati' di ruang-ruang kelas di mana dosen itu mengajar, namun juga bisa tersebar seluas mungkin dengan bantuan internet kecepatan tinggi. Belajar jarak jauh yang real time ini, bisa jadi, menjadi solusi cepat mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia. 

Inilah era baru, yang memungkinkan 'kampus-kampus' terbaik akan tersebar di seluruh Indonesia. Mari kita manfaatkan. 

 

Pilih BanggaBangga47%
Pilih SedihSedih13%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli7%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau10%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara