Lupa Sandi?

Indonesia Peringkat ke-12 Dunia dengan Jumlah Sarjana Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) terbanyak

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Indonesia Peringkat ke-12 Dunia dengan Jumlah Sarjana Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM)  terbanyak
Indonesia Peringkat ke-12 Dunia dengan Jumlah Sarjana Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) terbanyak

Indonesia menempati urutan ke-12 dalam ranking persentasi sarjana di bidang Science, Technologi, Engineering, Mathematics (STEM) yang disusun oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development, OECD). OECD menyusun rangking 40 negara termaju di dunia berdasarkan persentasi sarjana di bidang STEM terhadap jumlah seluruh lulusan perguruan tinggi (college).

Salah satu alasan OECD menyusun daftar ranking ini adalah karena dunia membutuhkan lebih banyak ilmuwan dan engineer untuk memecahkan begitu banyak persoalan global: perubahan ikllim, jaminan pangan, energi, air, dan lain-lain.

Caption (Sumber Gambar)

Urutan pertama adalah Korea Selatan dengan total persentasi 32%, sementara Indonesia urutan ke-12 dengan persentasi 24%.

Baca Juga

Selengkapnya klik di sini.

Overall, the 40 most science-educated countries in the world saw a drop from 23% STEM degrees in 2002 to 22% a decade later. The United States rounded out the bottom of the list in 39th place, with 16% STEM degrees in both 2002 and 2012.

 
 Sumber : G83 Steam
gambar utama : HDImagelib.com

Pilih BanggaBangga38%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau13%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie