Lupa Sandi?

Dolo-dolo Bagi para Pemburu Gerhana Matahari Total di Tidore

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Dolo-dolo Bagi para Pemburu Gerhana Matahari Total di Tidore

Tak hanya menyiapkan berbagai fasilitas dan acara untuk wisatawan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara telah menyiapkan sebuah tradisi budaya. Mereka akan menyuguhkan tradisi dolo-dolo kepada para wisatawan mancanegara saat Gerhana Matahari Total (GMT) berlangsung.

Dolo-dolo merupakan sebuah tradisi budaya yang biasa dilakukan ketika terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan. Masyarakat Tidore akan memukul kentongan yang terbuat dari bambu secara bersamaan di seluruh wilayah kampung.

Senja di Tidore | antara.com
Senja di Tidore | antara.com

Mereka percaya, ketika gerhana matahari atau bulan tiba, ada raksasa besar yang menelan matahari atau bulan tersebut. Pemukulan kentongan bertujuan untuk mengusir raksasa tersebut.

"Kita menyuguhkan dolo-dolo itu bukan karena masih adanya kepercayaan masyarakat zaman dulu terkait terjadinya gerhana matahari atau gerhana bulan, tapi lebih pada memperkenalkan tradisi zaman dulu masyarakat di daerah ini kepada para wisman," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, Asrul Sani Soleman.

Untuk melancarkan digelarnya tradisi dolo-dolo, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait pelaksanaan acara tersebut. Salah satunya dengan Dinas Pendidikan yang diminta untuk menginstruksikan kepada seluruh sekolah membunyikan dolo-dolo saat terjadi gerhana matahari total.

Selain dolo-dolo, masyarakat Tidore juga akan menggelar salat gerhana di setiap masjid. Para wisawatan bisa berkunjung ke Masjid Kesultanan Tidore yang berada di sekitar tempat menyaksikan gerhana.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah yang bisa menyaksikan GMT di Tidore berada di Kota Soasiu. GMT di sana akan berlangsung selama 3 menit 1,3 detik.

ANTARA

Baca Juga
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas