"Sorry, Mister. I am Tidak Sengaja"

"Sorry, Mister. I am Tidak Sengaja"
info gambar utama

Seorang porter di Bandara Sultan Babullah di Kota Ternate yang berusia muda menghampiri sang turis dan menyalaminya sambil membungkukkan sedikit badannya. "Sorry, Mister. I am tidak sengaja" ulangnya. Rupanya, tanpa sengaja, sang porter menyenggol tas sang turis dengan trolly yang didorongnya. Meski hanya menyenggol dan tas itupun tentu saja tidak pula rusak karena 'senggolan'-nya, namun hal itu cukup membuat dia merasa bersalah dan harus meminta maaf langsung.

Langka. Bandara Sultan Babullah Ternate yang penuh oleh wisatawan mancanegara (foto Akhyari Hananto)
info gambar

Saya menyaksikan sendiri 'drama' kecil ini, karena saat itu saya sedang berbicara dengan sang turis, saya hanya tahu namanya Phil, dia dari Edinburg, Skotlandia ketika sang porter datang menghampirinya untuk 'meminta maaf'. Ketika sang porter berlalu, saya terjemahkan apa yang dia sampaikan ke Phil. "I have wonderful 4 days in Ternate. Everyone seems to be very polite, sincerely polite to us all. What happened just now...sums up everything". Katanya sambil geleng-geleng kepala. Saya pun cukup tertegun dibuatnya. Oleh sang porter, dan oleh ucapan spontan Phil. Tentu terharu dan bangga.

"And that young guy came to me to apologise for what? I am simply...speechless" lanjutnya.

Phil dan rombongannya kemudian bercerita panjang lebar sambil menunggu pesawat Wings Air yang akan membawa kami ke Manado. Mereka datang ke Ternate memang untuk Gerhana Matahari Total tanggal 9 Maret lalu, dan mereka memilih pulau Tidore (kira-kira 15 menit menyeberang dengan kapal boat dari Ternate) untuk mengamati fenomena alam yang spektakuler tersebut. Mereka menyampaikan bahwa sejak datang ke Ternate 4 hari lalu, mereka telah menemukan apa sesungguhnya kedahsyatan Indonesia. "Yes, you have absolutely stunning landscape. But i find that your hospitality is unparalleled. And that is your real strength" kata salah satu rombongan yang saya tak tahu namanya.

Keramahan menyambut tamu, DNA negeri (foto: naralingua.com)
info gambar

Keramahtamahan, senyum tulus masyarakat Indonesia menyambut tamu, memuliakan tamu, dan menyenangkan mereka, adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang negeri ini, yang turun temurun dari generasi ke generasi. Inilah DNA bangsa kita yang harus terus kita pertahankan, terus kita perbaiki, dan yang paling penting, kita wariskan pada generasi-generasi mendatang.

Untaian pulau-pulau di Indonesia dari ujung ke ujung, yang disambungkan oleh lautan biru, adalah anugerah besar bagi Indonesia. Keindahan negeri kepulauan terbesar di dunia ini memang (menurut saya) tak ada duanya. Tentu saja perlu juga juga diingat, bahwa ribuan pulau-pulau itu juga mempunyai 'jiwa', soul, yang membuatnya 'hidup', dan gemilang menembus berbagai zaman. Itulah adat budaya, kearifan lokal, ikatan-ikatan sosial di masyarakat Indonesia yang terdiri dari lebih dari seribu etnis. Mereka tumbuh dan hidup selama ribuan tahun, dan menjadi pusaka-pusaka sangat berharga yang terwariskan kepada kita hingga saat ini.

Iklan yang menggambarkan lanskap Indonesia, dan keramahan warganya (Garuda-indonesia.com)
info gambar

Porter di bandara di Ternate itu adalah salah satu cerminan betapa warisan paling berharga nenek moyang Indonesia tersebut, masih terpatri dalam di dada kita, bangsa Indonesia. Inilah yang akan memenangkan Indonesia. Inilah emas terpendam yang tak boleh luruh dan menghilang perlahan sampai kapanpun. Inilah pusaka yang menjadikan hati saya dipenuhi kebanggaan akan negeri ini. Kebanggaan menjadi bagian kecil dari sebuah bangsa besar bernama Indonesia.

*saya tulis di atas pesawat Wings Air JT-1171 dari Ternate ke Manado.

gambar utama: vectorpanama.com

edited 11/03/2016 yf

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini