Terpikat si Cantik Kalimarau

Terpikat si Cantik Kalimarau

Terpikat si Cantik Kalimarau

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kali ini kami sungguh jatuh hati pada pandangan pertama, lalu semakin cinta pada pandangan kedua.

Jatuh hati pandangan pertama itu terjadi pada sebuah bandara di daerah kecil yang berada 500 km lebih dari Balikpapan, yaitu Berau. Setelah lebih dari satu jam perjalanan udara disuguhi pemandangan hamparan hutan Kalimantan, kami mendarat di sebuah bandara kelas 2 yang dikelola oleh UPT Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI.

Dari jendela pesawat ketika baru saja mendarat, kami kira bandara ini tidak lebih dari beberapa bandara lain yang memang bagian luarnya dipoles dengan tren desain bandara saat ini. Tapi satu per satu kekaguman lainnya muncul, ketika masuk ruang kedatangan, proses pengambilan bagasi, hingga tempat parkir yang luas dan sangat tertata.

Tidak terlihat seperti bandara di kota kecil berpenduduk 250 ribu jiwa, bandara ini memang tertata apik bukan hanya di luarnya, tapi juga termasuk bagian dalamnya. Begitu masuk ruang kedatangan, terdapat pusat informasi yang dijaga oleh dua orang petugas, dilengkapi dengan layar sentuh berisi tentang tujuan-tujuan wisata andalan di Kabupaten Berau yang tersebar di enam kecamatan: Biduk-biduk, Sambaliung, Gunung Tabur, Tanjung Radab, Derawan, hingga Maratua.

Karena terbayang perjalanan yang harus kami tempuh masih jauh, yaitu menuju Pulau Nabucco di Kepulauan Maratua (perlu perjalanan darat selama 3 jam ditambah menyeberangi lautan selama 2 jam lagi), kami tidak terlalu menaruh perhatian pada detil bagian bandara ini. Hanya kekaguman selintas lewat saja.

Tapi tidak demikian ketika hendak terbang kembali ke Balikpapan, dan memiliki waktu dua jam sebelum pesawat yang membawa kami terbang.

Ohya, perkenalkan, nama bandara ini: Kalimarau. Menurut pengemudi mobil yang menjemput kami ketika tiba dua hari sebelumnya, Kalimarau adalah singkatan dari Kalimantan Berau. Terletak di Kecamatan Tanjung Redep, yang sekaligus menjadi ibu kota Kabupaten Berau.

Bandara baru Kalimarau diresmikan Desember 2012, sebagai bandara pengumpan. Saat ini, terdapat empat maskapai yang melayani penerbangan Balikpapan (Sultan Aji Muhammad Sulaiman) - Berau. Akhir Maret ini, maskapai Sriwijaya juga akan membuka rute penerbangan langsung dari Surabaya (Juanda) ke Berau. Praktis, bandara Maratua semakin menjadi pintu gerbang wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Berau yang tersohor, Kepulauan Derawan.

Ingin tahu seperti apa cantiknya bandara Kalimarau? Berikut adalah beberapa foto yang diperoleh GNFI ketika turut serta dalam kunjungan PT Angkasa Pura 1 (Persero) ke bandara ini beberapa waktu lalu.

Selain desainnya yang modern, bandara ini juga sangat terjaga kebersihannya. Tidak kurang dari 60 tenaga kebersihan bertugas di bandara kelas 2 ini setiap hari, membuat seluruh area terjaga kebersihannya.
Selain desainnya yang modern, bandara ini juga sangat terjaga kebersihannya. Tidak kurang dari 60 tenaga kebersihan bertugas di bandara kelas 2 ini setiap hari, membuat seluruh area terjaga kebersihannya.
Dalam setahun terdapat 600 ribu penumpang dari dan ke Bandara Kalimarau
Dalam setahun terdapat 600 ribu penumpang dari dan ke Bandara Kalimarau
Di bandara kecil ini pengelola bandara menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi penumpang, salah satunya sarana bermain anak.
Di bandara kecil ini pengelola bandara menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi penumpang, salah satunya sarana bermain anak.
Ruang utama sebelum ruang tunggu penumpang. Tertata sangat rapih dan cantik.
Ruang utama sebelum ruang tunggu penumpang. Tertata sangat rapih dan cantik.
Bahkan sampai ke dalam toilet pun,  mengesankan bandara ini dikelola sangat baik.
Bahkan sampai ke dalam toilet pun, mengesankan bandara ini dikelola sangat baik.
Atas pengelolaannya, bandara ini menyabet berbagai penghargaan sebagai bandara terbaik. Terakhir sebagai Bandara Terbaik 2015 UPBU Kelas II, yang diterima dari Majalah Bandara November 2015 lalu.
Atas pengelolaannya, bandara ini menyabet berbagai penghargaan sebagai bandara terbaik. Terakhir sebagai Bandara Terbaik 2015 UPBU Kelas II, yang diterima dari Majalah Bandara November 2015 lalu.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih33%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mahasiswa UGM Berhasil Olah Biji Durian Menjadi Plastik Ramah Lingkungan Sebelummnya

Mahasiswa UGM Berhasil Olah Biji Durian Menjadi Plastik Ramah Lingkungan

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria

Wahyu Aji
@wahyu_aji

Wahyu Aji

http://www.wahyuaji.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.