Udang Super dari Gorontalo yang Melanglang hingga Jepang

Udang Super dari Gorontalo yang Melanglang hingga Jepang

Udang Super dari Gorontalo yang Melanglang hingga Jepang

Tidak mudah untuk menembus pasar komoditas perikanan di negara Asia. Namun Gorontalo membuktikan, kalau itu bisa dilakukan dengan membawa kualitas Udang Vaname Gorontalo hingga ke Jepang.

Berkat kualitasnya, udang Vaname yang diakui oleh para eksportir sebagai "Udang Super" dengan kualitas wahid ini mampu membuat para nelayan bisa mengambil keuntungan ekonomi berlipat-lipat.

Udang Vaname | foto :tuturanbermakna.wordpress.com
Udang Vaname | foto :tuturanbermakna.wordpress.com

Melihat keberhasilan si Udang Super, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, berencana akan membangun Kampung Vaname (Kave) di Lima Kabupaten wilayah pesisir pantai yang ada di Provinsi Gorontalo seperti di Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.

(Suasana Panen Udang Vaname/dok. Ani Hasan)
(Suasana Panen Udang Vaname/dok. Ani Annisa)

Data yang diperoleh dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo, dalam kurun waktu hampir tiga bulan dengan luasan 1000 meter persegi, sudah bisa di produksi sekitar 1,2 Ton. Bahkan pendapatan dari hasil penjualan tersebut bisa mencapai Rp. 60 Juta, dengan modal produksi Rp. 21 ribu hingga Rp. 24 Ribu/Kilogram. Dari pihak ekportir sendiri bersedia mengambil dengan harga Rp. 50 ribu sampai Rp. 60 ribu/Kilogram.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, pada sebuah kesempatan panen udang Vaname di Desa Kramat, Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, telah meminta agar dinas terkait bisa mengintensifkan pembudidayaan Udang Vaname ini, karena petani tambak disini bisa memperoleh keuntungan yang berlipat ganda, mengingat usia panen udang ini tidak sampai Tiga bulan. (*Ani Annisa - Gorontalo)


Gambar utama : anibee.tv

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pertama Kalinya di Indonesia, Konferensi Gas Alam Sebelummnya

Pertama Kalinya di Indonesia, Konferensi Gas Alam

Tanaman Paku Selanjutnya

Tanaman Paku

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.