Keberadaan hantu sering kali hanya memicu debat kusir yang tidak ada akhirnya. Diskusi tentang makhluk tersebut punt selalu berakhir dengan dua kubu yang terpecah, antara pihak yang percaya dan tidak percaya. Tapi bagaimana bila hantu yang dibuat filmnya? Tentu akan lain ceritanya. Bahkan melalui film masyarakat barat yang terkenal tidak percaya dengan hal gaib ternyata juga menyukai hantu-hantu yang tersaji dalam sebuah film horor. 

 

Hal tersebut terungkap ketika sebuah film asal Indonesia yang mengangkat tentang salah satu mitos dari nusantara, Tuyul: Part 1, mendapatkan penghargaan sebagai Film Terbaik dalam Winter Film Awards di New York, Amerika Serikat. Penghargaan tersebut diraih pada akhir bulan Februari 2016 yang lalu. 

 

Terkait dengan minat masyarakat barat terhadap film horor Indonesia, Gandhi Fernando, pemain dan produser film Tuyul: Part 1, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa mitologi ataupun kisah horor Indonesia memiliki tempat di industri film dunia. 

 

Gandhi menjelaskan bahwa sejatinya, unsur yang membuat kisah horor Indonesia menarik adalah unsur etnik dan budaya yang disajikan dalam sebuah film. 

 

"Jarang kan film horor yang menggunakan budaya dan etnik dari negaranya sendiri?" kata Gandhi seperti dikutip dari CNN Indonesia. 


"Di Amerika Serikat kan kalau buat film horor paling ya remake atau membuat ulang. Mereka banyak mengambil kisah seram dari Asia." ujarnya seraya mencontohkan The Eye dan The Ring, film horor Asia yang digarap ulang oleh sutradara Barat.

Saat Tuyul: Part 1 diputar di bioskop di New York dan Puerto Rico, sekitar 600 orang rela memadati bioskop untuk menontonnya. Gandhi pun berharap, masyarakat Indonesia tak lagi memandang sebelah mata film horor lokal. Toh ada juga yang berkualitas.

Gandhi menyadari, memang masih banyak film horor Indonesia lain yang tak bertanggung jawab, atau dengan kata lain dibuat asal-asalan. Bukannya mengedapankan sinematografi mumpuni dan unsur seram, tapi malah mengumbar tampilan seksi aktrisnya. 

"Semoga film horor lokal [yang berkualitas] enggak dipandang sebelah mata," kata Gandhi penuh harap.

 

"Semoga ke depannya, tak ada lagi film horor yang tak bertanggung jawab, karena itu bisa merusak citra film horor Indonesia."

Sumber : CNN Indonesia
Sumber Gambar :Dailyrecord.co.uk

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu