Lupa Sandi?

Tari Udang Windu: “Rancak, Energik, dan Dinamis...”

Imama Lavi Insani
Imama Lavi Insani
0 Komentar
Tari Udang Windu: “Rancak, Energik, dan Dinamis...”

Saat saya masih SD saya ingat sering ada sebuah pertunjukkan seni untuk memeriahkan hari-hari penting seperti Hari Jadi Sidoarjo dan Hari Kemerdekaan Indonesia. Jenis kesenian tersebut adalah seni tari asal daerah saya yaitu Sidoarjo.


Waktu itu yang paling terkenal adalah Tari Udang Windu. Saya pernah melihatnya, iya melihatnya saja karena waktu itu saya tak memiliki minat dan bakat di bidang kesenian haha jadi saya hanya melihat saat beberapa penari berlatih di pendopo kabupaten.


Dari namanya, Udang Windu, adalah selah satu jenis udang dengan corak tubuhnya berupa garis – garis loreng mirip harimau, tetapi warnanya hijau kebiruan. Apabila diolah dengan bumbu rempah rasanya sungguh nikmat. Lalu apa jadinya kalau udang windu tersebut dijadikan sebagai sebuah karya seni berupa tari?


Tari Udang Windu yang menjadi khas Sidoarjo ini tergolong sederhana, memasyarakat, tapi cukup menghibur. Durasinya hanya sekitar enam menit sehingga tidak membosankan.

Baca Juga


Oleh Agustinus Heri Sugianto, sang pembuat tarian, bercerita bahwa sebagian besar tarian khas ciptaannya dibuat dengan nuansa Sidoarjo yang rancak, energik, dan dinamis serta bertema suasana pesisir terutama nelayan.


Hal tersebut terjadi karena Sidoarjo punya banyak kampung nelayan dan tambak. Kehidupan masyarakat pesisir di Kota Delta tentu berbeda dengan kehidupan masyarakat petani yang setiap hari mengolah sawah.


Ketika beliau mengangkat sebagai karya tari, maka gerakan-gerakannya menjadi lebih hidup, energik, dan dinamis. Karakternya sangat khas nelayan yang sangat dinamis dan berani seperti saat menghadapi gelombang dan badai di lautan. Musik yang mengirinya bernuansa Jawa, Madura, dan Banyuwangi yang terdengar meriah.


“Saya memang suka mengeksplorasi kehidupan nelayan dan masyarakat tambak,” ujar Guru di SDN Pucang 1 ini.


Salah satu gerakan khas Tari Udang Windu adalah merunduk dan bergerak perlahan seperti seekor udang. Apabila ditarikan bersama di atas panggung pementasan menjadi salah satu tarian yang unik dan menarik. Biasanya penari yang mementaskannya memakai kostum dengan tambahan aksesoris udang di atas kepalanya sehingga menambah daya tarik penonton untuk menyaksikannya.



Sumber : hurek.blogspot.co.id 
Sumber Gambar : spectradancestudio.wordpress.com 

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih25%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG IMAMA LAVI INSANI

Hidup sederhana yang penting bermanfaat :D

... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata