Merah Putih di Tebing Tertinggi Jawa Timur

Merah Putih di Tebing Tertinggi Jawa Timur

Ilustrasi © Pemilik Gambar

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Ada banyak cara untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati secara rutin tiap 17 Agustus. Salah satunya adalah dengan mengibarkan bendera merah putih di upacara bendera.

Namun berbeda dengan peringatan yang diadakan biasanya, beberapa orang di Trenggalek mempunyai cara tersendiri untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Mereka mengibarkan bendera dengan menaiki Tebing Sepikul di Trenggalek, Jawa Timur.

Tebing ini merupakan salah satu tebing tertinggi yang ada di Jawa Timur. Berdiri kokoh di Perbukitan Sepikul, Desa Ngulakan Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek yang memiliki ketinggian 425 meter dan berkemiringan 80 derajat.

Tebing Sepikul
Tebing Sepikul

Pada tahun 2012 sejumlah aktivis Federasi Panjat tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur dan Satuan Khusus Kostrad 501 Madiun pernah mengibarkan bendera merah putih berukuran raksasa. Diiringi lagu Indonesia raya, sang saka yang berukuran 40 X 30 meter bergerak menuju puncak Tebing Sepikul.

Hal tersebut rupanya diadakan rutin tiap tahun sebagai peringatan HUT RI dengan cara mengibarkan bendera di Tebing Sepikul.

Biasanya tak hanya anggota FPTI saja yang terlibat namun ada anggota dari TNI AD, masyarakat, siswa sekolah serta beberapa aktivis pecinta alam lokal Trenggalek juga ikut mengambil peran.

Proses pengibaran diawali dengan upacara yang digelar tepat di bawah tebing. Bersama dengan itu, beberapa orang pemanjat merayap ke atas permukaan tebing untuk memasang sang saka.

“Upacara dimulai sekira pukul 08.30 WIB. Sementara persiapan tali bendera sejak subuh, “jelas Ketua FPTI Jawa Timur Sri Wibowo.

Bendera yang terbentang di atas bukti itu tidak dipasang secara permanen. Pada sore hari, para aktivis pemanjat tebing biasanya menurunkanya. Bendera biasanya disimpan dan akan dikibarkan pada perayaan Hari Kemerdekaan tahun berikutnya.

Tak mudah untuk mengibarkan bendera kecintaan masyarakat Indonesia tersebut karena pemanjat harus berjuang melawan hembusan angin. Apabila angin berhembus kencang dan berlebihan dapat mengempaskan mereka dari permukaan dinding tebing yang curam. Jika itu terjadi, hanya kematian dan keajaiban yang akan menyambut mereka.

“Ini untuk memupuk semangat patriotisme terhadap bangsa dan negara kita Indonesia," terangnya.

Sumber & sumber Gambar :
news.okezone.com
buluburung.wordpress.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Redaksi GNFI

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kreasi Anak-Anak, di Kampung Robot  Trenggalek. Sebelummnya

Kreasi Anak-Anak, di Kampung Robot Trenggalek.

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria

Imama Lavi Insani
@imalavins

Imama Lavi Insani

http://imalavins.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.