Lupa Sandi?

Gunung Api Bawah Laut Mahangetang, Kedahsyatan Cincin Api Indonesia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Gunung Api Bawah Laut Mahangetang, Kedahsyatan Cincin Api Indonesia
Gunung Api Bawah Laut Mahangetang, Kedahsyatan Cincin Api Indonesia

Wilayah Sulawesi termasuk dalam wilayah pertemuan lempeng bumi. Kondisi geografis yang demikian menyebabkan Pulau Sulawesi memiliki kekayaan hayati yang mengagumkan, termasuk diantaranya kekayaan hayati Laut Sulawesi.

Di perairan Sulawesi kita akan menemui banyak tempat yang memiliki pemandangan bawah laut yang menakjubkan di mana berbagai biota laut dan gugusan terumbu karang akan menyuguhkan keindahan dan pengalaman yang tak terlupakan.Pemandangan yang menakjubkan tersebut biasanya dapat kita temui di perairan dangkal. Perairan Sulawesi memang banyak memiliki perairan yang tergolong dangkal, karena wilayah Sulawesi juga merupakan wilayah kepulauan.

Keindahan bawah laut Sulawesi | sangihe tourism

Baca Juga

Akan tetapi, pemandangan tersebut juga bisa ditemui di kompleks gunung api laut di perairan Utara Sulawesi. Di sekitar Kepulauan Sangihe, kita bisa menemui beberapa gunung api di bawah laut. Tentu saja karena aktivitas vulkanik beberapa gunung api laut tersebut, pemandangan bawah lautnya juga akan memukau kita.

Gunung Api Laut Sulawesi

Perairan di sebelah Utara Sulawesi menyimpan berbagai keunikan. Daratan yang ada di sekitar wilayah tersebut berupa kepulauan. Tepat di wilayah tersebut terdapat pertemuan dua lempeng besar bumi, yaitu Lempeng Australia dan Lempeng Eurasia. Oleh karena itu, di wilayah perairan ini juga ditemui beberapa gunung api yang berada di bawah permukaan laut.

Sampai tahun 2010, tercatat di perairan Indonesia sendiri terdapat 5 gunung berapi yang berada di bawah laut. Gunung-gunung tersebut yaitu Gunung Hobal (perairan Pulau Lembata, NTT), Gunung Emperor Of China dan Gunung Niuwewerker (perairan Banda), serta Gunung Mahangetang dan Gunung Submarin (perairan Utara Sulawesi).

 Indahnya | sakuwarta.blogspot.com

Pada tahun 2010 ditemukan lagi sebuah gunung berapi bawah laut di perairan Utara Sulawesi. Gunung tersebut ditemukan secara tidak sengaja melalui sebuah penelitian oceanografi. Setelahnya diadakan penelitian lanjutan mengenai keberadaan dan ekosistem di sekitar gunung tersebut. Karena terletak di wilayah Pulau Kawio (Kepulauan Sangihe), gunung ini dinamakan Gunung Kawio Barat.

Gunung Kawio Barat terletak di dalam Laut Sangihe, di mana kedalaman Laut Sangihe bisa mencapai 5.100 meter dari permukaan laut. Gunung Kawio Barat sendiri memiliki ketinggian sekitar 3.200 meter, yang puncaknya berada di sekitar 1.900 meter dibawah permukaan laut. Beberapa sumber bahkan berpendapat bahwa Gunung Kawio Barat adalah gunung api bawah laut tertinggi di dunia.Dari hasil penelitian, di sekitar Gunung Kawio Barat terdapat ekosistem biota laut yang kaya.

Banyak sekali terumbu karang yang padat dan sehat, serta memiliki warna-warna yang menarik. Begitu pula dengan hewan-hewan laut seperti ikan, udang, lobster, bintang laut, cumi dan sebagainya. Hewan-hewan tersebut juga tumbuh sehat dan memiliki warna yang bermacam-macam. Uniknya, ekosistem tersebut bisa hidup dan tumbuh subur di kedalaman laut yang bersuhu sampai 200°Celsius.

Pada ketinggian 2.000 meter  gunung ini, terdapat semacam cerobong-cerobong asap yang mengeluarkan panas (hidrothermal) dari dalam gunung. Di sekitar cerobong yang panas inipun juga terdapat ekosistem yang serupa. Sayangnya, untuk menikmati pemandangan yang menakjubkan ini kita harus memakai kapal selam dengan teknologi tinggi.Namun jangan khawatir, pemandangan yang tak kalah menarik bisa kita nikmati pada ekosistem di sekitar Gunung Mahangetang.

Puncak Banua Wuhu

Gunung Mahangetang oleh masyarakat setempat juga dinamai Gunung Banua Wuhu. Gunung ini juga merupakan gunung vulkanik yang masih aktif. Puncak Gunung Banua Wuhu berada di kedalaman sekitar 6-8 meter di bawah permukaan laut. Di puncak gunung ini, kita bisa menemui ekosistem bawah laut yang sangat mengagumkan.


Lokasi Gunung Banua Wuhu berada di wilayah perairan Pulau Mahangetang, salah satu pulau di gugusan Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Puncak gunung ini terletak di sekitar 300 meter sebelah Barat Daya Pulau Mahangetang, tepatnya di 3° 08‘ LU dan  125° 26? BT. Gunung Banua Wuhu bisa dicapai sekitar 1 jam perjalanan laut dari Kota Tahuna, Kabupaten Sangihe, atau sekitar 5 jam perjalanan laut dari Kota Manado.Pada kedalaman 6 meter, kita akan menemui terumbu karang yang mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Gelembung-gelembung tersebut adalah gas yang keluar dari perut Gunung Banua Wuhu. Di kedalaman ini, suhu air laut akan sedikit hangat, sekitar 37°-38° Celsius.

Caption Gambar, Sumber Gambar

Meskipun terumbu karang tersebut sangat menarik, disarankan agar kita tidak memegang terumbu yang mengeluarkan gelembung. Karena suhu gelembung tersebut menurun drastis saat bersentuhan dengan air laut, tetapi sangat panas ketika masih berada dalam rongga terumbu. Disarankan agar berhati-hati, supaya jangan sampai tangan kita menjadi melepuh.


Menyelam lebih dalam, di kedalaman sekitar 10 sampai 20 meter kita akan menemukan ekosistem laut yang menakjubkan. Gugusan terumbu karang berjajar rapat dan terlihat sehat, dengan berbagai jenis ikan dan hewan lainnya yang berlalu-lalang dan bermain di sela-sela karang. Ekosistem ini mirip dengan ekosistem yang ada di sekitar Gunung Kawio Barat, dimana terumbu karang dan biota lautnya sangat menarik dengan bermacam-macam warna.

Disarankan agar memakai perlengkapan menyelam karena lokasinya yang cukup dalam. Ekosistem Gunung Mahangetang ini juga sudah terkenal sampai ke mancanegara, sebagai salah satu gunung api bawah laut dengan ekosistem terindah di dunia setelah Kepulauan Karibia.

How to get there?

Menuju ke Mahangetang, aksesnya tak sulit. Terbang ke Manado, dan dilanjutkan ke Sangihe dengan Wings Air.

gocelebes.com

gambar utama : plate-tectonic.narod.ru

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie