Ini Dia Kapal Markas Pertama yang Bakal Bertugas Untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Ini Dia Kapal Markas Pertama yang Bakal Bertugas Untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Ini Dia Kapal Markas Pertama yang Bakal Bertugas Untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Maraknya pencurian ikan di wilayah laut Indonesia memaksa pemerintah untuk bertindak tegas dan banyak melakukan inovasi. Salah satunya adalah dengan membeli kapal induk atau kapal yang nantinya difungsikan sebagai markas bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kapal raksasa dibutuhkan untuk memberantas para pencuri ikan. Selama ini, kapal para pencuri kebanyakan berukuran besar. Hal ini disinyalir merupakan respon dari krisis perbatasan laut yang belum lama ini terjadi dengan pihak Tiongkok.

Menurutnya, pengadaan kapal tersebut juga menjadi media pemerintah dalam bersosialisasi ke daerah. Menteri Susi mengatakan, di kapal tersebut nantinya ada tempat pelatihan, laboratorium, serta kantor KKP. Kapal juga akan bisa mendukung aktivitas pencurian ikan atau illegal fishing karena bisa membawa kapal patroli di dalamnya.

"Sosialisasi daerah, mereka melihat dan mengalami training, ada laboratorium," jelas Menteri Susi di Kantornya, Jakarta, seperti dikutip dari Merdeka.com

Hebatnya lagi, kapal markas itu bakal dibangun oleh PT PAL yang notabene adalah perusahaan anak bangsa dibidang pembuatan kapal. Kapal tersebut merupakan pengembangan dari desain kapal perang strategic sealift vessel (SSV) untuk memenuhi pesanan militer Filipina beberapa waktu lalu.

Kapal markas ini dinilai akan menjadi investasi strategis mengingat luas wilayah perairan Indonesia adalah yang terbesar kedua di dunia. Investasi pembangunan kapal tersebut diperkirakan mencapai Rp 600 miliar.

"Menteri KKP, Dirjen semua mau jalan-jalan, bakti sosial nyari minjam kanan-kiri," ujarnya.

Menteri Susi menambahkan, kapal tersebut direncanakan menggunakan program tahun jamak, selama dua tahun.

"Targetnya satu sampai satu setengah tahun. Kita masih tahap finalisasi spesifikasi apa yang dibutuhkan," ungkapnya.

Sumber : Dari berbagai sumber
Sumber Gambar Utama: Jakartagreater.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga79%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli1%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau4%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tari Sintren, Tari Pemanggil Hujan dari Pesisir Pantura Sebelummnya

Tari Sintren, Tari Pemanggil Hujan dari Pesisir Pantura

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.