Lupa Sandi?

5 Komik Strip Menarik Buatan Indonesia

Imama Lavi Insani
Imama Lavi Insani
0 Komentar
5 Komik Strip Menarik Buatan Indonesia

Geliat seniman lokal Indonesia makin terlihat apalagi di zaman media sosial seperti saat ini khususnya para kreator komik di Indonesia. Pada salah satu media sosial yang sedang digemari banyak orang yaitu Instagram banyak sekali komikus yang berkreasi menghasilkan konten komik yang memikat dan menarik untuk disimak.

Komikus lokal Indonesia memiliki keunikan sendiri-sendiri dan tidak jarang memberikan sentuhan guyonan khas Indonesia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari di dalamnya. Berikut ini lima komik strip lokal yang menjadi favorit pengguna Instagram:

1. @micecartoon.co.id

Muhammad ‘Mice’ Misrad adalah pria dibalik karya menarik di mice cartoon. Ia Lahir di Jakarta, 23 Juli 1970 lalu dan menjadi lulusan Desain Grafis, Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 1993. Ia adalah kartunis tetap di Harian Rakyat Merdeka sejak 2010 hingga sekarang. Rutin mengisi rubrik “Mice cartoon” di Kompas Minggu sejak 2003-hingga sekarang. Kini menetap di Serpong dengan seorang istri dan dua anak perempuan.

2. @komikazer

Komikazer adalah sekumpulan komik strip yang berisi sindiran-sindrian tentang kehidupan sosial yang coba di bagikan Azer melalui akun instagram. Nah, hasilnya dengan cara yang beda dalam menyikapi hal tersebut, ternyata Komikazer banyak disukai sama pengguna instagram di Indonesia.

3. @jukihoki

 

setiap meniup trompet selalu ingat bahwa ..... <isi titik titik berikut> ....

Foto kiriman si Juki (@jukihoki) pada

Si Juki sering berkisah tentang kehidupan masyarakat Indonesia. Nggak jarang si Juki ikut mengkritisi isu-isu terkini. ’’Seru. Tapi, ada beberapa orang yang nggak suka saat kita mengangkat isu itu. Kita sebagai pencipta harus mempertanggungjawabkannya,’’ kata Faza Ibnu, komikus si Juki. Tapi, berkat keberanian Faza bikin konten yang menarik, si Juki makin eksis. ’’Akhirnya, sekarang si Juki diajak kerja sama sama Line buat ngisi konten webtoon,’’ ungkap Faza.

(Baca juga: Webtoon-webtoon Popular Karya Anak Bangsa )

4. @tahilalats

 

Foto kiriman Mind Blowon (@tahilalats) pada

Komik Tahilalats merupakan buatan blogger kreatif Nurfadli Mursyid yang selalu membagikan karya-karya isengnya lewat blog pribadinya, tahilalats.com. Pada dasarnya, ia memang hobi mengomikkan segala bentuk keseharian kehidupannya sebagai mahasiswa. Walaupun lulusan teknik sipil, Nurfadli lebih tertarik dengan ilustrasi dan desain, sehingga kini ia aktif bekerja di bidang profesi desain grafis. Gaya ngomik Nurfadli Mursyid banyak terpengaruh oleh Pendleton Ward yang terkenal dengan Adventure Time-nya.

5. @masdimboy

 

Inilah pedjoeang kita di era sembilanpoeloehan.. #17komik #ketujuhbelas #60hari60komik #hari37

Foto kiriman Adimas Bayu (@masdimboy) pada

Nama Masdimboy diambil dari beberapa potongan kata. Pertama, kata Dim diambil dari potongan asli nama Adimas Bayu, sang komikus. Kedua, kata boy memiliki dua arti. ’’Aku pengin sukses kayak Mas Boy di film Catatan si Boy, terus boy juga kan mencerminkan anak muda. Jadi, aku pengin selalu muda dalam hal ide dan perilaku,’’ jelas Adimas.

Nah, kata mas ditambahkan di depan kata Dimboy. ’’Terpikirkan buat pakai kata mas supaya lebih Indonesia aja. Kebetulan, aku juga orang Jawa he he,’’ ujarnya.

Itulah beberapa komikus lokal yang ada di Indonesia  Gaya khas yang dimiliki masing-masing komikus dipadu dengan kreativitas membuat cerita menjadi hal menarik yang dapat kita simak di akun media sosial mereka setiap harinya.

Sumber :

www.duniaku.net

carabaikindonesia.com

www.micecartoon.co.id

Jawa Pos Rubrik Zetizen

 
Sumber Gambar Sampul : micecartoon.co.id 

Pilih BanggaBangga18%
Pilih SedihSedih12%
Pilih SenangSenang65%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG IMAMA LAVI INSANI

Hidup sederhana yang penting bermanfaat :D

... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie