Lupa Sandi?

Diakui Dunia, "Internet Sehat" Indonesia Raih Penghargaan PBB

Imama Lavi Insani
Imama Lavi Insani
0 Komentar
Diakui Dunia,

Salah satu inisiatif dari ICT Watch (Indonesia Communication & Technology) yaitu Internet Sehat mendapatkan penghargaan PBB di ajang "WSIS Prize Champion" dalam kategori "Ethical Dimension".

WSIS sendiri merupakan kependekan dari World Summit on the Information Society.

Inisiatif tersebut menjadi satu-satunya program dari lembaga Indonesia yang meraih kemenangan.

Awal kemenangan tersebut diawali dengan menyaring 404 inisiatif bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kiriman berbagai institusi di dunia oleh pakar-pakar dunia teknologi. 

Setelah itu dilanjutkan dengan menghitung 245.000 suara yang masuk secara online dari komunitas WSIS global dan berakhir dengan mengulas hasil perhitungan.

Beberapa hal yang menjadi penilaian sehingga ICT Watch ditetapkan sebagai pemenang WSIS 2016 adalah dampak positif yang diberikan kepada komunitas dan keterkaitan yang erat dengan target pembangunan dunia yang dirumuskan dalam Sustainable Development Goals (SDG).

Internet Sehat (http://internetsehat.id/)
Internet Sehat (http://internetsehat.id/)


Penghargaan WSIS dilaksanakan setiap tahun oleh PBB, dan telah dimulai sejak 2012.  Penghargaan tersebut menjadi pengakuan global tentang peran dan manfaat inisiatif dari-oleh-untuk rakyat, seperti dicontohkan Internet Sehat, untuk turut membangun masyarakat TIK bersama dengan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya.




Sumber : tekno.kompas.com 
Sumber Gambar Sampul : api.ning.com

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG IMAMA LAVI INSANI

Hidup sederhana yang penting bermanfaat :D

... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara